Entertainment / Gosip
Senin, 02 Februari 2026 | 17:35 WIB
Promotor Mataloka terus mengawal kasus hukum gagalnya Festival Konser K-pop yang menghadirkan BTS (BIGHIT MUSIC)
Baca 10 detik
  • PT Mataloka mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (2/2) menagih progres laporan dugaan penggelapan dana hampir Rp10 miliar.
  • Kasus ini berawal dari kegagalan proyek Festival K-Pop yang uang jaminannya telah disetorkan kepada promotor A.
  • Gelar Perkara Khusus akhir Januari mengungkap fakta baru menguatkan indikasi penyimpangan dana oleh promotor A.

Suara.com - Teka-teki macetnya kasus dugaan penggelapan dana proyek konser K-Pop senilai hampir Rp10 miliar kini memasuki babak baru.

PT Mata Cakrawala Asia atau Mataloka kembali mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (2/2) guna mengawal kelanjutan laporan terhadap seorang promotor kawakan berinisial A.

Langkah ini diambil menyusul adanya titik terang setelah agenda Gelar Perkara Khusus yang dilakukan penyidik pada akhir Januari lalu.

Promotor Mataloka terus mengawal kasus hukum gagalnya Festival Konser K-pop yang menghadirkan BTS (KBIzoom)

Ilham Yuli Isdiyanto, selaku kuasa hukum Mataloka, menegaskan bahwa ada banyak temuan tak terduga yang mulai terkuak ke permukaan.

"Kami hadir untuk menagih progres penyidikan. Gelar perkara kemarin sukses membongkar tabir yang selama ini tertutup. Fakta-fakta baru ini memperkuat dugaan kami bahwa oknum A memang melakukan penyimpangan dana," ungkap Ilham saat ditemui di Mapolda Metro Jaya.

Konflik ini berakar dari rencana ambisius perhelatan Festival K-Pop pada Oktober 2025 yang menjanjikan kehadiran salah satu personel BTS.

Sebagai bentuk keseriusan, Mataloka telah menyetorkan uang jaminan (binding fee) fantastis senilai hampir Rp10 miliar kepada terlapor A.

Mataloka mengaku awalnya sangat percaya karena reputasi A yang dikenal sebagai pemain lama di industri promotor musik internasional.

Namun, harapan tersebut berujung pahit. Konser batal total, sementara uang miliaran rupiah tersebut hilang tanpa kejelasan laporan penggunaan.

Baca Juga: Bikin Susah Move On! Kupas Tuntas Konser Perdana ATEEZ di Indonesia

Sebelum membawa kasus ini ke meja hijau, pihak Mataloka mengklaim telah berupaya menempuh jalan kekeluargaan.

Tim kuasa hukum promotor Mataloka yang mengawal kasus penggelapan dana konser festival K-Pop (Instagram)

Sebanyak dua kali somasi dilayangkan dan tiga kali agenda mediasi digelar, namun semuanya berakhir nihil tanpa itikad baik dari pihak terlapor.

"Sangat disayangkan, kepercayaan klien kami dibalas dengan komunikasi yang tertutup. Penggunaan dana yang diserahkan pun diduga kuat melenceng dari kesepakatan awal," tambah Ilham.

Saat ini, bola panas berada di tangan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Dari hasil gelar perkara, penyidik menemukan adanya indikasi kuat manipulasi informasi dan ketidaksesuaian alokasi dana.

Pihak Mataloka berharap kepolisian tetap profesional dalam menuntaskan skandal yang merugikan perusahaan hingga miliaran rupiah ini

Load More