- Rumah mode Barli Asmara mempersembahkan koleksi "Helai Kenang" pada peragaan Garis Poetih Raya Collections 2026.
- Koleksi ini merupakan penghormatan untuk mendiang Barli Asmara yang berpulang pada tahun 2020 silam.
- Karya Barli Asmara ditampilkan dalam bentuk *ready-to-wear* sekaligus membuktikan warisan estetikanya tetap hidup.
Suara.com - Panggung Garis Poetih Raya Collections 2026 baru saja menjadi saksi bahwa sebuah karya tidak akan pernah mati meski sang maestro telah tiada.
Tahun ini, rumah mode Barli Asmara menghadirkan koleksi bertajuk “Helai Kenang”, sebuah persembahan emosional yang membuktikan bahwa warisan Barli Asmara tetap hidup dan terus bernapas.
Bukan sekadar peragaan busana biasa, "Helai Kenang” adalah sebuah surat cinta untuk mendiang Barli Asmara yang berpulang pada 2020 silam.
Di bawah arahan tim kreatif yang melanjutkan estetikanya, koleksi ini menjadi simbol bahwa hubungan persahabatan dan cinta pada proses kreatif adalah fondasi yang menjaga rumah mode ini tetap berdiri tegak
Kehadiran koleksi ini di ajang Garis Poetih memiliki makna yang sangat personal.
Acara ini diinisiasi oleh desainer kondang Ivan Gunawan, yang merupakan sahabat karib almarhum Barli.
Ivan secara khusus mengundang rumah mode Barli Asmara untuk memberikan penghormatan melalui karya.
Undangan ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan simbol kesinambungan nilai.
Bagi mereka, fashion bukan hanya soal kain dan jahitan, melainkan tentang manusia dan cerita yang menyertainya.
Baca Juga: Shella Saukia Debut di Garis Poetih Raya Collection 2026, Ressa Rossano Jadi Model
Nama "Helai Kenang" dipilih untuk menggambarkan fragmen memori dan rasa terima kasih atas perjalanan panjang sang maestro.
Menariknya, koleksi ini dipresentasikan oleh Kopi Kenangan, sebuah kolaborasi unik yang mempertemukan dunia fashion dan gaya hidup melalui narasi serupa: tentang rasa dan momen yang tak terlupakan.
Secara visual, koleksi ini tetap setia pada DNA Barli Asmara yang dikenal ultra-feminine, lembut, dan anggun.
Penonton disuguhi siluet ringan yang memanjakan mata, hasil perpaduan material premium seperti lace, chantilly, chiffon, dan satin.
Namun, ada sentuhan berbeda untuk koleksi Raya 2026 ini. Tim Barli Asmara menerjemahkan kemewahan tersebut ke dalam bentuk ready-to-wear (siap pakai).
Pendekatan ini membuat karya Barli lebih dekat dengan perempuan masa kini, memungkinkan keanggunan sang maestro hadir dalam momen-momen personal sehari-hari tanpa kehilangan sentuhan eksklusifnya.
Berita Terkait
-
Shella Saukia Debut di Garis Poetih Raya Collection 2026, Ressa Rossano Jadi Model
-
Ivan Gunawan Curhat soal Penyakit Ain, Ustaz Felix Siauw Ungkap Cara Menangkalnya
-
Road to Garis Poetih Raya Festival 2026, Langkah Besar Ivan Gunawan Sambut Ramadan
-
Bantah Penyuka Sejenis, dr Boyke Justru Sorot Pria yang Suka ke Tempat Gym
-
Hati Ivan Gunawan Tergerak, Salurkan Rp150 Juta untuk Korban Banjir Sumatera Lewat Mandjha Hijab
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan