Entertainment / Film
Rabu, 11 Februari 2026 | 19:30 WIB
Film Runner Runner yang dibintangi Ben Affleck dan Justin Timberlake akan tayang Rabu (11/2/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]
Baca 10 detik
  • Film Runner Runner (2013) karya Brad Furman menampilkan Justin Timberlake dan Ben Affleck tentang judi daring.
  • Kisah berfokus pada Richie Furst yang direkrut Ivan Block di Kosta Rika setelah kehilangan uang taruhan.
  • Film ini dikritik karena plot klise dan dialog kaku, meski penampilan Affleck dinilai menghibur oleh kritikus.

Suara.com - Dunia perjudian daring (online gambling) selalu menawarkan janji manis tentang kekayaan instan dan gaya hidup mewah di lokasi eksotis.

Premis inilah yang coba diangkat oleh sutradara Brad Furman dalam film thriller kriminal tahun 2013, Runner Runner.

Dengan jajaran pemain kelas A seperti Justin Timberlake, Ben Affleck, dan Gemma Arterton, film ini awalnya diprediksi akan menjadi "The Social Network" versi dunia poker.

Namun, sepuluh tahun lebih setelah perilisannya, Runner Runner tetap menjadi catatan menarik tentang bagaimana potensi besar bisa terjebak dalam formula yang klise.

Runnber Runner akan tayang Rabu (11/2/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsis lengkapnya.

Film Runner Runner yang dibintangi Ben Affleck dan Justin Timberlake akan tayang Rabu (11/2/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]

Cerita berpusat pada Richie Furst (Justin Timberlake), seorang mahasiswa pascasarjana di Princeton yang membiayai kuliahnya dengan menjadi perantara situs judi daring.

Ketika pihak universitas mengancam akan mengeluarkannya, Richie mempertaruhkan seluruh tabungannya dalam permainan poker daring dan kehilangan segalanya.

Yakin bahwa ia telah dicurangi oleh algoritma situs tersebut, Richie terbang ke Kosta Rika untuk mengonfrontasi pemilik situs, Ivan Block (Ben Affleck).

Bukannya mendapatkan uangnya kembali melalui jalur hukum, Richie justru terpesona oleh karisma dan kekayaan Block.

Baca Juga: Kickboxer: Vengeance: Balas Dendam Alain Moussi di Atas Ring Maut, Malam Ini di Trans TV

Ia direkrut menjadi tangan kanan Block, masuk ke dalam pusaran gaya hidup hedonistik yang penuh dengan pesta pora dan uang tunai.

Namun, kilau kemewahan itu segera memudar saat agen FBI (Anthony Mackie) mulai menekan Richie untuk mengkhianati bosnya, mengungkap sisi gelap Block yang kejam dan manipulatif.

Film Runner Runner yang dibintangi Ben Affleck dan Justin Timberlake akan tayang Rabu (11/2/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]

Di tengah intrik ini, muncul Rebecca Shafran (Gemma Arterton), mantan kekasih Block yang memiliki agenda tersendiri.

Daya tarik utama film ini bukanlah pada plotnya yang cenderung mudah ditebak, melainkan pada performa Ben Affleck.

Affleck memberikan performa yang "menghibur secara jahat" sebagai sosok villain yang narsistik.

Affleck tampak sangat menikmati perannya sebagai hiu bisnis yang tidak memiliki kompas moral, memberikan kontras yang tajam terhadap karakter Timberlake yang terlihat terlalu "lurus" dan kurang memiliki kedalaman emosional sebagai protagonis yang terjepit.

Namun kritik negatif juga dilayakan untuk Runner Runner. Film ini dianggap sebagai thriller yang lesu dan kurang tenaga.

Naskah yang ditulis oleh Brian Koppelman dan David Levien gagal memberikan ketegangan yang konsisten.

Hubungan antara Richie dan Rebecca (Arterton) juga dinilai hambar dan hanya berfungsi sebagai pemanis layar tanpa dampak signifikan pada perkembangan cerita.

Secara visual, Runner Runner memang memanjakan mata. Sinematografi yang menangkap keindahan tropis Kosta Rika (meskipun sebagian besar syuting dilakukan di Puerto Rico) memberikan nuansa glossy yang mahal.

Film ini terasa seperti brosur liburan yang mahal namun tanpa jiwa. 

Brad Furman mencoba membangun atmosfer ketegangan ala film-film noir modern, tetapi eksekusinya sering kali terbentur pada dialog yang kaku dan transisi plot yang terburu-buru.

Meskipun mendapatkan kritik yang beragam, Runner Runner tetap menjadi tontonan yang layak bagi mereka yang menyukai tema korupsi korporat dan intrik kucing-kucingan dengan penegak hukum.

Film ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia taruhan tinggi, musuh terbesar bukanlah kartu yang buruk, melainkan keserakahan yang tak terkendali.

Load More