Entertainment / Film
Kamis, 12 Februari 2026 | 21:20 WIB
Jangan Seperti Bapak merupakan film Indonesia bergenre action yang tayang mulai hari ini, Kamis (12/2/2026). [Instagram]
Baca 10 detik
  • Produser Nico Rosto merilis film aksi berjudul Jangan Seperti Bapak, berbeda dari tren horor dan komedi saat ini.
  • Strategi pemasaran film ini adalah membungkus genre aksi dengan drama keluarga agar lebih menarik bagi penonton.
  • Film tersebut membahas isu sosial fatherless dan menghabiskan biaya produksi sekitar Rp 10 miliar.

Suara.com - Perfilman Indonesia masih didominasi genre horor, walaupun tak sedikit pula film komedi yang menuai kesuksesan besar seperti Agak Laen 2: Menyala Pantiku!

Namun, alih-alih mengikuti arus dengan genre komedi dan horor, produser film Nico Rosto memilih yang berbeda, genre action lewat film Jangan Seperti Bapak.

"Karena pangsa pasar film action di Indonesia itu harusnya sih bagus ya," kata Nico Rosto saat berbincang kepada Suara.com di Jakarta, baru-baru ini.

Kiblat Nico Rosto ada pada The Raid 1 dan 2 yang dianggap sukses dan menjadi benchmark genre action di Indonesia.

The Raid memang meraih kesuksesan di zamannya. Setidaknya di tahun perilisan 2011 dan 2014.

Namun jika melihat di tahun ini, genre action seperti yang disajikan film Timur,  dan hanya meraup 226.181 penonton.

Nama besar Iko Uwais pun nyatanya kurang mampu mendongkrak penonton. 

Lantas, bagaimana rasa optimis Nico Rosto terhadap film yang diproduksi?

Nyatanya, ia pun sadar action memang tak masif seperti horor dan komedi.

Baca Juga: Debut Akting Coach Justin di Film Jangan Seperti Bapak Banjir Komentar Kocak

"Memang sempat ada beberapa judul yang flop untuk action. Cuma kita punya trik tersendiri jangan sampai mengikuti jejak tersebut," kata Nico Rosto.

Trik tersebut adalah membalut genre action ini dengan drama, spesifiknya, drama keluarga.

Nico Rosto, produser film Jangan Seperti Bapak punya trik sendiri agar film bergenre action bisa lebih diterima penonton Indonesia. [Rena Pangesti/Suara.com]

"Makanya kita kemas sedrama-dramanya, supaya nanti pada saat ini dilempar ke pasar, orang nangkepnya 'Oh ini film drama'," imbuh Nico menjelaskan strategi pemasarannya.

Selain itu, pemilihan judul Jangan Seperti Bapak diakui Nico sebagai cara untuk menarik perhatian penonton secara instan. 

Ia menyebut penggunaan judul yang memancing rasa penasaran atau clickbait sangat efektif di era digital seperti sekarang.

Sebab orang-orang akan mengira film tersebut adalah drama keluarga.

Load More