Entertainment / Gosip
Kamis, 19 Februari 2026 | 12:28 WIB
Piyu Padi Reborn ungkap kritik Soleh Solihun yang sulit dilupakan (Instagram/piyu_logy/solehsolihun)

Suara.com - Soleh Solihun yang kerap dijuluki ‘mulut racun’ ternyata sempat membuat Piyu Padi memendam dendam karena ucapannya.

Hal tersebut diungkap Piyu saat menjadi bintang tamu Indonesian Idol di mana Soleh Solihun menjadi salah satu juri.

“Soleh ini termasuk yang dulu paling sering mengkritik kita. Terutama mengkritik gaya bernyanyinya Fadly,” kata Piyu seperti dikutip dari video yang diunggah akun @melodi.alam pada Rabu (18/2/2026)

“Masih ingat gak kritikannya apa?” tanya BCL.

Piyu mengingat bahwa kritikan Soleh itu dilontarkan di sebuah majalah musik kala itu.

“Itu ditulis di salah satu majalah MTV Tracks,” ujar Piyu.

Pencipta lagu itu mengatakan bahwa saat itu Soleh Solihun menyebut vokalis Padi, Fadly, gaya bernyanyinya seperti orang menggumam.

“Dia pokoknya mengkritik cara bernyanyinya Fadly, ya pokoknya (dia bilang) vokalis Padi yang cara bernyanyinya seperti menggumam,” kata Piyu.

Soleh yang masih mengingat hal itu kemudian menambahkan bahwa ia juga mengkritik penampilan Fadly yang penampilannya disebut tak menarik saat di panggung.

Baca Juga: Tak Cuma Fajar Sadboy, Ini Deretan Peserta Indonesian Idol Season 14 yang Viral di Panggung Audisi

“Gue bilang tidak menarik penampilannya di panggung ya. Dan Piyu baru bilang tahun lalu pas dia ngomong, ternyata dendam 20 tahun disimpan,” beber Soleh.

Soleh Solihun saat jadi juri Indonesian Idol (Instagram/solehsolihun)

Meski demikian anggota geng motor The Prediksi itu menjelaskan bahwa tidak ada dendam lagi antara dirinya dan Padi.

“Tapi kan sudah tidak ada dendam di antara kita, I love you,” tutur Soleh mencairkan suasana.

Judika lalu ikut nimbrung dan bertanya apakah pentolan band Padi itu merasa sakit hati dengan kritik Soleh Solihun.

“Jadi Mas Piyu sempat sakit hati nih sama Kang Soleh?” tanya Judika.

“Oh iya 28 tahun memendam,” seloroh Piyu yang disambut tawa para juri lainnya.

Load More