Entertainment / Gosip
Selasa, 24 Februari 2026 | 07:31 WIB
Kontribusi Tasya Kamila sebagai Alumni LPDP Dipertanyakan (Instagram/@tasyakamila)

Suara.com - Permasalahan beasiswa LPDP yang tengah dihadapi Dwi Sasetyaningtyas turut menyeret nama sejumlah artis Tanah Air.

Publik mempertanyakan alasan para artis yang diyakini mampu secara finansial belajar ke luar negeri dengan beasiswa tersebut.

Kontribusi para artis setelah menerima LPDP pun dipertanyakan, termasuk kepada Tasya Kamila sebagai alumni.

Tasya Kamila yang kini 'hanya' menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk fokus mengurus dua anaknya membuat kontribusinya kepada negara dipertanyakan.

Pada Selasa, 24 Februari 2026, Tasya Kamila membagikan konten berjudul "Laporan Kontribusi sebagai Alumni Awardee LPDP" di Instagram pribadinya.

"Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat, yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita menghasilkan output yag baik buat bangsa," tulis Tasya mengawali penjelasannya.

Pertama-tama, Tasya Kamila menerangkan ia kuliah S2 jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University dan telah lulus delapan tahun lalu.

Tugasnya sebagai Duta Lingkungan Hidup tahun 2005 menjadi salah satu alasan Tasya memilih jurusan tersebut.

Selama kuliah, Tasya mengaku aktif di berbagai organisasi internasional, magang di Kementerian ESDM, mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT, serta lulus tepat waktu dengan IPK 3.75.

Baca Juga: Mertua Eks Pejabat Kementerian, Dwi Sasetya LPDP Terciduk Pamer Fasilitas Negara

Bahkan Tasya Kamila tidak bisa pulang ketika sang ayah meninggal dunia karena sedang ujian.

Tasya kemudian pulang ke Indonesia untuk berkontribusi bagi Indonesia selama Masa Bakti LPDP 2n+1 dari 2018 hingga 2023.

"Berikut beberapa bentuk tanggung jawab dan kontribusiku: menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik," tegas Tasya.

Hal-hal yang dilakukan Tasya untuk menjadi 'jembatan' adalah tetap aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup dan bekerja sama dengan berbagai kementerian.

"Melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia," lanjut Tasya Kamila.

"Memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan," tambahnya.

Tasya Kamila juga sempat mengajar untuk sebuah platform pendidikan online serta berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia.

Platform media sosial Tasya pun digunakan untuk membagikan berbagai ilmu untuk mendukung Generasi Emas Indonesia.

"Disclaimer: LPDP tidak menuliskan secara eksplisit apa bentuk 'kontribusi untuk Indonesia' selama Masa Bakti," jelas istri Randi Bachtiar tersebut.

Terakhir, Tasya Kamila berpendapat kontribusi penerima LPDP tidak berhenti setelah masa bakti.

Menurut Tasya, ada banyak cara dan kesempatan untuk berkontribusi, termasuk dengan statusnya sebagai IRT.

"Siapapun kita memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para ibu rumah tangga," pungkasnya.

Kontributor : Neressa Prahastiwi

Load More