Suara.com - Polemik pernyataan “Cukup saya WNI, anak jangan” yang dilontarkan oleh alumni penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, terus bergulir dan memasuki babak baru.
Selain menuai hujatan publik karena dianggap tidak beretika, kasus ini kini mendapat perhatian serius dari jajaran pejabat eksekutif maupun legislatif.
Salah satu tokoh yang menyoroti tajam kasus ini adalah Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.
Secara tegas, Lalu menilai tindakan Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, Arya Iwantoro, sebagai perbuatan yang tidak terpuji. Pasangan suami istri tersebut dianggap hanya memanfaatkan beasiswa negara, namun pada akhirnya justru merendahkan bangsa sendiri.
"Bagi kami apa yang disampaikan DS dan suaminya itu bagi kami di Komisi X itu hal yang cukup tercela," ujar Lalu dalam program Top News Metro TV, dikutip pada Selasa, 24 Februari 2026.
Lalu menekankan bahwa penerima beasiswa LPDP sejatinya memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menuntut ilmu.
"Tugas utamanya selain belajar itu bagaimana menjaga nama baik bangsa, sopan santun, etika, adab budaya Indonesia yang sangat diakui dunia internasional," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa setiap awardee LPDP adalah duta bangsa yang seharusnya menjunjung tinggi martabat negara di mata dunia. "Bukan malah melakukan hal yang justru mendiskreditkan bangsa sendiri," tuturnya.
Di kesempatan lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memberikan respons keras. Selain menanggapi pernyataan viral Dwi, Menkeu menyoroti masalah pengabdian Arya yang belum terselesaikan setelah dibiayai negara untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
Baca Juga: Dwi Sasetyaningtyas Lulusan Apa? Viral Alumni LPDP Ogah Anaknya Jadi WNI
Purbaya mengaku sangat menyayangkan adanya anak bangsa yang secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya menjadi WNI dan memamerkan kewarganegaraan asing anaknya.
"Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget," kata Purbaya.
Belajar dari kasus ini, Purbaya mengingatkan seluruh penerima LPDP agar tidak bersikap semena-mena, apalagi sampai menghina negara. Ia menekankan bahwa dana LPDP bersumber dari pajak rakyat dan utang negara yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
"Saya harap ke depan teman-teman yang mendapat pinjaman LPDP ya enggak seenak-enaknya, tapi jangan ngehina-ngehina negara, itu uang dari pajak dan utang untuk memastikan SDM kita tumbuh," tegasnya.
Purbaya juga berbagi pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan doktor di luar negeri. Meski menggunakan biaya sendiri, ia memilih tetap pulang untuk berkontribusi bagi tanah air.
"Gak patriotis gak apa-apa. Tapi jangan menghina negara. Saya ingatkan kepada penerima LPDP," paparnya.
Berita Terkait
-
11 Kontroversi Irawati Puteri Penerima LPDP, Diduga Kerja Tanpa Lisensi
-
Profil Felix Degei, Awardee LPDP yang Mengabdi Jadi Guru Honorer
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi
-
Cinta Laura Sentil Etika Penerima LPDP: Kalau Mampu, Jangan Rampas Hak Orang Lain
-
Bagi Generasi Sandwich Seperti Saya, Menjajal LPDP Artinya Mempertaruhkan Hidup Keluarga
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
2 Gitaris Baru Seringai Belum Personel Tetap, Masih Penjajakan Temukan Chemistry
-
Michelle Ashley Anak Pinkan Mambo Tutupi Pekerjaannya, Bikin Publik Berpikir Macam-Macam
-
Mawa Mengaku Kenakan Baju Akad saat Cerai, Insanul Fahmi: Itu Cuma Baju Putih Biasa
-
Klarifikasi Sosok Ayah Biologis Ressa, Denada Minta Maaf ke Teuku Ryan dan Keluarga Amien Rais
-
Polisi Temukan Unsur Pidana di Kasus Zina, Insanul Fahmi Makin Ngotot Mau Damai dengan Istri Sah
-
Harta Kekayaan Fahmi Adam Ketua DPRD Termuda, Pantas Dijuluki Tuan Tanah di Gowa
-
Sinopsis Film 'Hope', Thriller Sci-Fi Zo In Sung yang Tembus Kompetisi Cannes 2026
-
Biar Asyik Nonton Film Ozora di Netflix, Coba Simak Dulu Fakta-faktanya
-
Gun Shy: Komedi Absurd Penuh Warna dari Antonio Banderas, Malam Ini di Trans TV