- Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengkritik pelibatan TNI AU dalam program pembekalan beasiswa LPDP di Jakarta pada Mei 2026.
- Kebijakan tersebut dinilai tidak sesuai dengan tugas pokok TNI yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 secara ketat.
- Penggunaan fasilitas militer dikhawatirkan mengganggu fokus pertahanan negara dan disarankan diganti dengan narasumber yang lebih relevan bagi akademisi.
Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengkritik kebijakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program pembekalan bagi penerima beasiswa.
Ia menilai langkah tersebut perlu ditinjau ulang agar tetap berada dalam koridor tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing institusi.
Sorotan ini muncul setelah LPDP menggandeng TNI Angkatan Udara (AU) untuk memfasilitasi program Persiapan Keberangkatan (PK) di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang berlangsung pada 4 hingga 9 Mei 2026.
Materi yang diberikan mencakup kesiapan mental, kedisiplinan, hingga penanaman nilai cinta Tanah Air.
“Pelibatan TNI dalam konteks ini perlu ditinjau ulang. Kita harus memastikan bahwa setiap institusi negara bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya,” ujar TB Hasanuddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Purnawirawan Jenderal TNI ini menjelaskan bahwa tugas TNI telah diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU TNI.
Dalam regulasi tersebut, tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) memang mencakup 16 jenis tugas, namun tidak ada mandat bagi TNI untuk menjadi pemateri pembekalan beasiswa.
"Dalam daftar tugas OMSP tidak ada yang secara langsung berkaitan dengan peran sebagai pengajar dalam program pembekalan beasiswa. Ini penting untuk menjadi perhatian agar tidak terjadi perluasan peran di luar koridor hukum,” tegas politisi PDIP tersebut.
TB Hasanuddin juga memperingatkan bahwa pelibatan TNI dalam urusan sipil yang bukan tugas utamanya dikhawatirkan dapat mengganggu profesionalisme dan fokus TNI sebagai alat pertahanan negara.
Baca Juga: Bantah Sengaja Lawan Arus, Kadispenad Sebut Mobil Dinas TNI Berpelat 1-45 Terjebak Macet
"Semakin sering TNI dilibatkan dalam urusan di luar pertahanan, dikhawatirkan akan berdampak pada konsistensi dan komitmen dalam menjalankan tugas utamanya,” tambahnya.
Menurutnya, pembekalan bagi para penerima beasiswa seharusnya lebih dititikberatkan pada aspek akademik dan pengembangan riset. Ia menyarankan agar LPDP melibatkan narasumber yang lebih relevan dengan dunia pendidikan tinggi.
“Pembekalan sebaiknya difokuskan pada peningkatan kapasitas akademik, riset, serta pengembangan kompetensi ilmiah. Banyak alternatif narasumber yang relevan, seperti para alumni LPDP yang telah berhasil dan memiliki pengalaman langsung,” jelasnya.
Ia pun menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan bisa ditanamkan tanpa harus melibatkan institusi militer secara langsung.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap program berjalan tepat sasaran, efektif, dan tetap dalam kerangka tata kelola yang baik,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno