Entertainment / Film
Minggu, 01 Maret 2026 | 18:00 WIB
Naysilla Mirdad, Oka Antara, Jeremy Thomas, dan lainnya dalam konferensi pers film Kapal Terbang yang digelar di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan pada Jumat, 27 Februari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Solid Cinematic Dreams membuat film aksi drama fiksi berjudul Kapal Terbang, berlatar Peristiwa Woyla 1981, menampilkan Oka Antara dan Naysilla Mirdad.
  • Oka Antara fokus pada akurasi tata bahasa tahun 80-an, sementara Naysilla melakukan transformasi fisik untuk memerankan pramugari senior.
  • Produksi menggunakan set interior pesawat dengan sistem hidrolik untuk realisme; syuting telah berjalan 12 hari dan dijadwalkan rilis 2026.

Transformasi Fisik Naysilla Mirdad

Bagi Naysilla Mirdad, Kapal Terbang merupakan film aksi pertamanya. Aktris kelahiran 1988 ini memerankan Puspita, seorang pramugari senior. 

Untuk mendalami peran ini, Naysilla rela melakukan transformasi fisik dengan memotong rambutnya demi menyesuaikan gaya rambut pramugari era 80-an.

"Rambut aku diratain belakangnya, padahal sebelumnya ada layer-layernya. Tapi enggak apa-apa, buat kebutuhan film dan karakter, aktor itu sudah seperti kanvas saja. Kalau kita komit, ya harus menyesuaikan," tutur Naysilla.

Naysilla juga melakukan riset mendalam terkait profesi pramugari pada masa itu melalui workshop bersama kepala pramugari asli dan pilot berpengalaman. 

Dia menyebut karakter Puspita adalah sosok perempuan yang berani melakukan aksi nyata ketimbang sekadar kata-kata.

"Aku riset tanya Mama, Papa, dan beberapa orang yang sudah lahir saat itu. Tantangannya adalah pola pikir generasi dulu dan sekarang berbeda. Cara mengekspresikan diri dan gaya bicaranya juga beda, jadi ini sangat challenging bagi aku," tambahnya.

Naysilla Mirdad, Oka Antara, Jeremy Thomas, dan lainnya dalam konferensi pers film Kapal Terbang yang digelar di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan pada Jumat, 27 Februari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Detail Produksi dan Penggunaan Teknologi Hidrolik

Sutradara Ozan Ruz memberikan perhatian besar pada aspek realisme. Salah satu teknis produksi yang menonjol adalah pembangunan set interior pesawat yang dilengkapi sistem hidrolik untuk menciptakan efek guncangan atau turbulensi yang nyata.

Baca Juga: Merasa Jenuh, Luna Maya Pastikan Suzzanna Jadi Satu-satunya Proyek Filmnya di 2026

"Tantangan terbesar adalah menghadirkan kembali suasana tahun 1980-an secara meyakinkan. Kami membangun set kabin pesawat dan atmosfer bandara secara detail, menyatukan set artifisial dengan set nyata agar terasa hidup di layar," ungkap Ozan.

Pernyataan senada disampaikan oleh aktor Teuku Rifnu Wikana yang memuji dedikasi tim produksi. Menurutnya, set pesawat yang dibangun untuk film ini merupakan salah satu yang terbaik di industri perfilman Indonesia saat ini. 

"Set pesawatnya dibuat plek ketiplek sesuai tahun 1981. Dedikasi tim art production design dan sutradaranya luar biasa," beber Rifnu.

Lebih lanjut, film ini juga melibatkan deretan aktor lintas generasi seperti Jeremy Thomas yang berperan sebagai Kapten Hendra, Pierre Gruno sebagai Di Utomo, serta aktor muda lainnya.

Produser Setiawan Adi Pratama menyebutkan bahwa saat ini proses syuting telah berjalan selama 12 hari dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga dua minggu ke depan.

Melalui Kapal Terbang, Ozan Ruz berharap penonton bisa memetik pesan tentang nilai hidup manusia di atas segala ideologi. 

Load More