- Remaja bernama Betrand Eka Prasetyo Radiman meninggal dunia akibat tembakan polisi pada Minggu, 1 Maret 2026, di Jalan Toddopuli Raya.
- Insiden terjadi ketika polisi membubarkan puluhan remaja bermain senjata mainan, dan tembakan mengenai korban saat mencoba melarikan diri.
- Terduga pelaku, Iptu N dari Polsek Panakkukang, kini menjalani pemeriksaan kode etik dan pidana di Mapolda Sulawesi Selatan.
Aparat kepolisian sebelumnya telah memberikan imbauan keras agar masyarakat tidak memainkan senjata serupa di jalan raya. Hal ini dianggap meresahkan dan membahayakan pengguna jalan.
2. Polisi lakukan penertiban
Polisi kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penertiban. Mereka membubarkan kerumunan remaja yang bermain perang-perangan.
Saat hendak diamankan petugas, korban dikabarkan sempat memberontak dan mencoba melarikan.
Dalam upaya menghentikan pelarian tersebut, oknum polisi melepaskan tembakan peringatan. Namun peluru justru mengenai tubuh Betrand.
Betrand sempat dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan pertolongan medis pertama. Tapi, kondisinya yang kritis membuat ia harus dirujuk ke RS Bhayangkara.
Sayangnya, nyawa remaja berusia 18 tahun tersebut tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah sampai di rumah sakit rujukan.
3. Terduga pelaku sedang diperiksa
Saat ini, Iptu N yang merupakan terduga pelaku penembakan tengah menjalani proses pemeriksaan kode etik dan pidana di Mapolda Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Penampilannya Disebut Mirip Noni Belanda, Istri Gubernur Kaltim Buka Suara: Hidup Cuma Sekali
Keluarga besar Betrand kini hanya bisa menuntut keadilan yang seadil-adilnya atas peristiwa yang dianggap sebagai keteledoran aparat tersebut.
Mereka berharap pihak kepolisian bersikap transparan dan tidak menutupi fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Berita Terkait
-
Kontroversi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Kakak Fairuz A Rafiq yang Terjerat OTT KPK
-
Kisah Viral Pekerja Kilang Minyak di Arab yang Kirim Semua Gaji ke Ibu di Kampung, Berakhir Tragis
-
Viral Sekelompok Anak Kecil Ziarah ke Makam Kucing, Kompak Bacakan Iqra
-
Dari Hafiz Indonesia ke Panggung Dunia, Aisyah Arrumi Wakili RI di Dubai
-
Dipandu Irfan Hakim, Tabligh Akbar Penyejuk Hati Hadirkan Deretan Penceramah Ternama
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang
-
Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
-
Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?
-
Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata
-
3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar
-
Banjir Keluhan Mitra hingga Ancaman Gebok Nasional, BGN Buka Suara Tata Kelola MBG