- Ibnu Jamil mengaku sulit membangun chemistry dengan putra laki-lakinya karena merasa komunikasi antarlelaki cenderung kaku dan minim kata-kata.
- Ia merasa menjadi ayah yang "miskin" ucapan sayang, di mana rasa bangga sering kali hanya bisa diungkapkan melalui kalimat singkat seperti "Hebat kamu".
- Meski ada perbedaan cara asuh dibandingkan dengan anak sambung, Ibnu Jamil kini berkomitmen memperbaiki hubungan melalui pemanfaatan waktu berkualitas bersama sang putra.
Suara.com - Ibnu Jamil membagikan kisah personal mengenai hubungannya dengan putra sulungnya, Muhammad Dhofin Maula Jamil.
Ibnu Jamil mengaku, membangun chemistry dengan anak laki-laki bukan perkara mudah.
"Apalagi kalau antara anak laki-laki dengan bapak atau seorang ayah, itu bukan hal yang gampang, zamannya ya," ujar Ibnu Jamil, di Jakarta.
Ibnu Jamil menjelaskan, komunikasi antara sesama lelaki cenderung lebih kaku. Mereka tidak banyak bicara dibandingkan dengan perempuan.
"Laki-laki dengan laki-laki itu kan minim kata-kata," ucap bintang film Kupu-Kupu Kertas tersebut.
Ia juga mengakui merasa kesulitan untuk menunjukkan kasih sayang melalui ucapan kepada sang buah hati.
"Laki-laki adalah orang yang paling miskin untuk mengeluarkan kata-kata sayang, perhatian kepada laki-laki," ungkap Ibnu Jamil secara jujur.
Ayah satu anak ini menambahkan, dirinya lebih sering menunjukkan rasa bangga melalui kalimat yang sangat singkat.
"Kayak mau bilang 'Papa sayang kamu', 'Papa kangen kamu', mungkin yang bisa terucap cuma 'Hebat kamu'. Cuma itu," jelasnya.
Baca Juga: Raisa Hingga Marshanda, Deretan Artis yang Kehilangan Orang Tua Tahun Ini
Perlakuan Ibnu Jamil kepada Dhofin diakuinya sangat berbeda dengan caranya mengasuh anak sambungnya, Abigail atau Eby.
"Tapi kalau anak laki-laki kan enggak mungkin kita peluk, kita cium, 'Apaan sih, apaan sih', apalagi sudah umur segitu kan," selorohnya.
Kini, Ibnu Jamil berusaha keras untuk terus memperbaiki hubungannya dengan sang putra melalui pertemuan yang berkualitas.
"Setelah waktu itu mendapatkan kesempatan lagi, ya sudah di situlah cari cara untuk memanfaatkan quality time bersama-sama," katanya.
Berita Terkait
-
Totalitas Sambut Piala Dunia 2026, Ibnu Jamil Rela Ubah Pola Hidup hingga Terbang ke Amerika
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Segera Tayang! Sinopsis Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
-
Ditanya Soal Anaknya di Akmil Kelak Hadapi Demo, Jawaban Bijak Ibnu Jamil Bikin Adem
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim