Entertainment / Gosip
Jum'at, 13 Maret 2026 | 20:40 WIB
Profil Syekh Ahmad Al-Misri. (Instagram/ahmad_almisry2)

Suara.com - Nama Syekh Ahmad Al-Misry mendadak menjadi perbincangan hangat setelah terseret dalam dugaan kasus pelecehan seksual sesama jenis yang dilaporkan ke Bareskrim.

Kasus ini awalnya memicu spekulasi liar di jagat maya, bahkan netizen sempat menyerbu akun Ustaz Solmed sebelum akhirnya sang pendakwah memberikan klarifikasi bahwa inisial SAM yang dilaporkan bukanlah dirinya.

Tim pengacara korban yang diwakili oleh Beny Jehadu membeberkan profil ustaz terlapor sebagai pendakwah yang kerap mengisi acara di televisi swasta, termasuk menjadi juri kompetisi hafiz Alquran dan pengisi program Damai Indonesiaku.

Meski identitas pasti inisial SAM masih menyisakan tanda tanya bagi publik, di platform X, nama Syekh Ahmad Al-Misry terus disebut-sebut oleh netizen.

"Gw spill in namanya Syekhh A h m a d Al-misri," komentar salah satu netizen.

Beberapa warganet juga menyoroti akun Instagram sang ulama yang kini telah membatasi kolom komentarnya tanpa memberikan klarifikasi apa pun.

"Sudah dibatesin komen di IG nya dong... setelah cek IG nya keliatan penyuka sejenis," tulis komentar lainnya.

Syekh Ahmad Al-Misri terseret kasus dugaan pelecehan. (Instagram)

Siapa Sebenarnya Syekh Ahmad Al-Misry?

Terlepas dari kontroversi yang sedang bergulir, sosok Syekh Ahmad Al-Misry sebenarnya sangat familiar bagi pemirsa televisi di Indonesia.

Baca Juga: Posko THR Kemnaker Terima 1.134 Konsultasi, Hari Ini Layanan Aduan Mulai Dibuka

Ia adalah seorang ulama, pendakwah, sekaligus pakar literatur Islam asal Mesir yang telah lama menetap untuk menyebarkan syiar Islam di tanah air.

Nama "Al-Misry" yang melekat padanya secara harfiah berarti "orang Mesir". Meski berasal dari Timur Tengah, ia telah tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun hingga fasih berbahasa Indonesia, yang memudahkan pesan-pesan agamanya diterima masyarakat luas.

Karier televisinya mencapai puncak popularitas saat ia didapuk menjadi juri utama program kompetisi penghafal Alquran cilik, Hafiz Indonesia di RCTI.

Kehadirannya di acara tersebut secara reguler dianggap sebagai penerus perjuangan dakwah setelah wafatnya Syekh Ali Jaber. Di sana, ia memiliki peran krusial dalam memberikan penilaian terkait tajwid, kelancaran hafalan, serta motivasi spiritual bagi para peserta.

Selain itu, Syekh Ahmad Al-Misry tercatat sebagai penceramah reguler di program Damai Indonesiaku (tvOne) hingga tahun 2026.

Ia juga kerap menghiasi layar kaca selama bulan Ramadan di berbagai stasiun TV, seperti program Shodaqoh Yuk! (RTV) serta menjadi narasumber ahli untuk program Khazanah dan Jazirah Islam (Trans7).

Load More