- Buronan pelecehan seksual asal Amerika Serikat, AW, ditangkap di Depok setelah bersembunyi selama lima belas tahun di Indonesia.
- Imigrasi mendeportasi AW ke Amerika Serikat pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan pengawalan ketat personel US Marshal.
- AW menggunakan identitas palsu selama pelariannya sebelum akhirnya terungkap melalui laporan korban terkait kekerasan dan pembatasan kebebasan.
Suara.com - Pelarian panjang AW, warga negara Amerika Serikat yang menjadi buronan kasus pelecehan seksual di negaranya, akhirnya menemui titik akhir.
Setelah belasan tahun bersembunyi secara senyap di Indonesia, predator seksual ini resmi diusir paksa dan diterbangkan kembali ke Negeri Paman Sam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengonfirmasi bahwa proses deportasi terhadap AW telah dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) dengan pengawalan ekstra ketat dari otoritas Amerika Serikat.
“Kamis, yang bersangkutan sudah di deportasi. Karena tindak pidananya dilakukan di AS dan akan diproses hukum di sana,” ujar Hendarsam saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Bersembunyi di Bunker Selama 15 Tahun
Drama penangkapan AW sempat menggegerkan publik lantaran ia ditemukan bersembunyi di sebuah bunker rahasia di dalam kediamannya di wilayah Sawangan, Depok, pada 23 April 2026 lalu.
AW diketahui telah masuk ke Indonesia sejak tahun 2011—artinya, ia berhasil mengecoh otoritas selama 15 tahun demi menghindari jeratan hukum di Amerika Serikat.
Jejak gelap AW mulai terendus setelah tim intelijen Imigrasi menerima permintaan bantuan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Investigasi mendalam pun dilakukan untuk memburu keberadaan sang buronan di tanah air.
Tabir persembunyian AW perlahan runtuh setelah seorang perempuan berinisial NM melayangkan laporan yang mengiris hati ke Ditjen Imigrasi.
Baca Juga: Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
NM mengaku bahwa dirinya dan kedua anaknya tidak hanya menjadi korban pelecehan seksual oleh AW, tetapi juga mengalami pembatasan kebebasan yang sangat ketat oleh pelaku selama berada di Indonesia.
Merespons laporan tersebut, Imigrasi bergerak cepat memfasilitasi kepulangan NM dan anak-anaknya ke Amerika Serikat sebelum akhirnya mengepung lokasi persembunyian AW di Depok.
Identitas Palsu dan Pengawalan US Marshal
Selama menetap di Indonesia, AW terbukti melakukan pelanggaran berat dengan menggunakan identitas palsu dan memanipulasi dokumen perjalanan guna menutupi statusnya sebagai buronan internasional.
“Terhadap yang bersangkutan telah dilakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendetensian, deportasi dan penangkapan,” tegas Hendarsam.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini membuktikan efektivitas sistem pengawasan keimigrasian serta komitmen teguh dalam menjaga kedaulatan negara melalui prinsip “selective policy”—hanya orang asing yang membawa manfaat yang diperbolehkan tinggal di Indonesia.
Momen kepulangan AW pun berlangsung dramatis. Ia diterbangkan dengan pengawalan langsung dari personel US Marshal. Kini, sang penghuni bunker Depok itu harus bersiap menghadapi pengadilan di negaranya sendiri. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Profil Abdul Mateen, Anak Sultan Hassanal Bolkiah Kini Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
-
Sadis! Penembakan Massal Dekat Festival Toledo Ohio Amerika Serikat, Pengunjung Kocar-kacir
-
Menjaga Sisa Rasa Betawi: Kisah Selendang Mayang Bu Widya di Tengah Kepungan Kopi Boba
-
Kado HUT Jakarta: Jembatan Cincin Mulai Dibangun, Tiang Monorel Mangkrak Resmi Hilang!
-
Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok
-
BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta