Entertainment / Gosip
Kamis, 19 Maret 2026 | 19:25 WIB
Takbiran bareng Nyepi, Habib Jafar Ingatkan Toleransi Adalah Ajaran Islam (Instagram/@husein_hadar)

Suara.com - Husein Ja'far Al Hadar atau yang lebih dikenal sebagai Habib Jafar mengungkap pendapatnya tentang berbarengannya malam takbiran dengan Hari Raya Nyepi.

Sebagaimana diketahui, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.

Sedangkan sebagian muslim, khususnya Muhammadiyah, merayakan Hari Raya Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026 sehingga malam takbiran berbarengan dengan momen Nyepi.

Hal itu menjadi 'masalah' bagi muslim di Bali lantaran mayoritas masyarakat merayakan Nyepi.

Malam Takbiran yang biasanya riuh harus menyesuaikan diri dengan Nyepi yang hening.

Namun menurut Habib Jafar, fenomena ini justru kembali menunjukkan toleransi antarumat beragama di Indonesia yang kuat.

"'Takbiran Tapi Nyepi'. Gimana tuh? Kalau gue di Bali, takbir nanti malam akan dilakukan dalam keheningan hati," tulis Habib Jafar melalui akun Threads miliknya.

Habib Jafar berharap umat muslim di Bali dapat menyesuaikan diri sesuai kesepakatan dengan umat Hindu di Bali.

"Itulah justru syiar utama takbir di Bali malam nanti. Karena toleransi adalah bagian dari ajaran kita, umat Islam," pungkasnya.

Baca Juga: Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik

Habib Jafar soal Takbiran bareng Nyepi

Menanggapi pernyataan Habib Jafar, warganet yang mengaku muslim dan tinggal di Bali mengaku sepakat.

Menurut mereka, masalah maupun ribut-ribut tentang ketidakselarasan momen Nyepi dan Malam Takbiran sebenarnya lebih banyak terjadi di luar Pulau Dewata.

"Muslim yang udah lama tinggal di Bali udah paham, dan gak masalah takbiran dalam keheningan, yang ribet dan rame itu yang di luar Bali dan yang baru tinggal di Bali, bikin toleransi di Bali yang udah lama indah jadi kisruh," komentar akun @achillesz***.

"Saya muslim tinggal di Bali lebih 10 tahun, tad. Selama ini gak ada yang mempermasalahkan antara Nyepi dengan hari besar umat muslim karena di Bali justru toleransinya tinggi," sahut akun @soultosoul***.

"Takbiran gak pakai pengeras suara pun Allah dengar kan bib," balas akun @reyhandreasd***.

"Simple kalau gue, bayar zakat udah online. Takbiran ganti nonton Netflix. Bantuin bini masak buat besok pagi. Prepare jubah buat solat besok, salam dari Canggu!" kata akun @nino.sas***.

Load More