- Dokter internship dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 setelah mengalami kelelahan berat akibat beban kerja.
- IKA FK Unsri melaporkan adanya dugaan pelanggaran jam kerja, ketiadaan supervisi, serta kelalaian medis di RSUD K.H. Daud Arif.
- Pihak alumni menuntut pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap rumah sakit dan mengevaluasi sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.
Suara.com - Kematian dr. Myta Aprilia Azmi, dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, pada 1 Mei 2026 menyita perhatian publik dan memunculkan gelombang sorotan terhadap sistem pendidikan serta kondisi kerja dokter muda di Indonesia.
Kabar duka tersebut menjadi perbincangan luas setelah almarhumah diduga mengalami kelelahan berat akibat beban kerja selama menjalani program internsip.
Sebelumnya, pada 30 April 2026, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi kritis Myta yang saat itu dirawat di ruang ICU RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dalam keadaan intubasi dan menggunakan ventilator.
Dalam surat tersebut, organisasi alumni itu mengungkapkan keprihatinan mendalam atas rangkaian kejadian yang menimpa sejawat mereka.
“dr. Myta Aprilia Azmy, yang saat ini sedang dalam kondisi kritis (intubasi/ventilator) di ICU RSMH Palembang setelah menjalani penugasan internsip di RSUD K.H. Daud Arif. Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang kami terima, kami menemukan kesimpulan dari berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan yang menimpa sejawat kami tersebut,” demikian kutipan awal pernyataan IKA FK Unsri.
Lebih lanjut, organisasi tersebut menyoroti dugaan pelanggaran serius terkait jam kerja dan pengawasan.
Mereka menyebut adanya beban kerja yang dinilai tidak manusiawi, termasuk jadwal tanpa libur selama tiga bulan penuh di bangsal maupun instalasi gawat darurat.
Selain itu, dokter internsip disebut menjalankan tugas tanpa supervisi langsung dari dokter definitif, yang dianggap bertentangan dengan ketentuan Kementerian Kesehatan.
“Pelanggaran Regulasi Jam Kerja & Supervisi: adanya beban kerja yang tidak manusiawi (3 bulan tanpa libur di bangsal/IGD) dan pembiaran dokter internsip bekerja tanpa supervisi dokter definitif,” tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga: Anak Tantrum, Seorang Ibu Batal Naik KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek
IKA FK Unsri juga mengungkap dugaan kelalaian medis. Myta disebut telah melaporkan kondisi kesehatannya sejak Maret 2026, namun tetap dijadwalkan bertugas meski mengalami sesak napas dan demam tinggi.
Kondisi ini diduga semakin memburuk hingga saturasi oksigen pasien mencapai angka 80 persen sebelum mendapatkan penanganan intensif.
“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026, namun tetap dipaksa menjalankan jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi,” lanjut isi laporan tersebut.
Selain itu, organisasi alumni juga menyoroti dugaan kekosongan obat di rumah sakit.
Disebutkan bahwa obat penting seperti Sulbacef tidak tersedia, sehingga pasien bahkan diminta untuk mencari obat sendiri di luar fasilitas kesehatan.
Hal ini dinilai sebagai bentuk dugaan malapraktik administratif yang memperburuk kondisi pasien.
Berita Terkait
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Seorang Ibu Curhat Anaknya Tewas Dikeroyok, Hotman Paris Minta Pelaku Segera Ditahan
-
Nekat Lewati Lintasan Tanpa Palang, Mobil Pengantar Haji Ditabrak KA Argo Bromo, 4 Tewas
-
Viral Aksi Heroik Ayah Selamatkan Bayinya dari Terjangan Kereta Api, Jaraknya Bikin Deg-degan
-
Definisi Gen Alpha, Bocah 5 Tahun Semringah Meski Berstatus 'Anak Hilang' di Kantor Polisi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI