- Film tahun 2017 karya Jordan Vogt-Roberts ini merupakan tontonan aksi penuh warna pasca penarikan diri AS dari Vietnam tahun 1973.
- Sebuah tim Monarch dikirim ke Skull Island di Pasifik dan langsung diserang Kong, mengubah misi menjadi upaya bertahan hidup ekstrem.
- Film ini sukses secara visual dengan pemanfaatan warna cerah dan membangun fondasi kuat untuk semesta monster di masa depan.
Suara.com - Ketika sutradara Jordan Vogt-Roberts mengumumkan akan menggarap ulang kisah King Kong, banyak pihak yang skeptis.
Namun, saat Kong: Skull Island mendarat di bioskop pada tahun 2017, film ini membuktikan bahwa sang raja kera masih memiliki taring yang tajam di era sinema modern.
Berbeda dengan versi Peter Jackson tahun 2005 yang melankolis, versi 2017 ini adalah sebuah tontonan yang penuh adrenalin, warna-warni psikedelik, dan aksi yang tak henti-hentinya.
Kong: Skull Island akan tayang pada Jumat (27/3/2026) malam ini pukul 20.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Berlatar tahun 1973, tepat saat Amerika Serikat menarik diri dari Perang Vietnam, sekelompok tim yang terdiri dari ilmuwan dan tentara dikirim ke sebuah pulau tak terjamah di Pasifik yang selalu tertutup badai.
Tim ini dipimpin oleh Bill Randa (John Goodman) dari organisasi rahasia Monarch, yang menyewa pelacak jejak SAS Inggris, James Conrad (Tom Hiddleston), dan fotografer perang anti-perang, Mason Weaver (Brie Larson).
Perjalanan mereka dikawal oleh skuadron helikopter yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Preston Packard (Samuel L. Jackson).
Namun, sambutan yang mereka terima di Skull Island jauh dari kata ramah.
Kong, kera raksasa setinggi 100 kaki, langsung menghancurkan armada helikopter mereka dalam sebuah sekuens aksi yang mengingatkan kita pada estetika film Apocalypse Now.
Baca Juga: Sinopsis Film Korea A Melody To Remember, saat Musik dapat Menyembuhkan Luka
Dari sini, misi berubah menjadi upaya bertahan hidup di tengah ekosistem yang dipenuhi predator prasejarah, termasuk "Skullcrawlers" yang mematikan.
Tom Hiddleston memberikan karisma yang tenang sebagai James Conrad, meskipun karakternya terasa sedikit kurang tereksplorasi di tengah kekacauan monster.
Di sisi lain, Brie Larson sebagai Mason Weaver memberikan perspektif kemanusiaan yang penting, mencoba memahami Kong bukan sebagai monster, melainkan sebagai pelindung pulau.
Namun, pencuri perhatian sebenarnya adalah Samuel L. Jackson. Perannya sebagai Packard adalah personifikasi dari obsesi militer yang buta.
Jackson memerankan karakter yang memandang Kong bukan sebagai keajaiban alam, melainkan sebagai musuh yang harus ditaklukkan, sebuah metafora yang kuat untuk kegagalan perang di era tersebut.
Jangan lupakan John C. Reilly sebagai Hank Marlow, seorang pilot Perang Dunia II yang terdampar selama 28 tahun di pulau itu, yang memberikan suntikan humor dan kedalaman emosional yang sangat dibutuhkan film ini.
Tag
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Korea A Melody To Remember, saat Musik dapat Menyembuhkan Luka
-
Pengabdi Setan 2: Communion, Teror Mencekam di Rusun Tua, Malam Ini di Trans 7
-
Don't Say a Word: Akting Memukau Michael Douglas dan Brittany Murphy, Dini Hari Nanti di Trans TV
-
Pacific Rim: Upaya Manusia Ciptakan Jaeger untuk Lawan Kaiju, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Lee Cronin's The Mummy, Misteri Kembalinya Sosok Katie
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia
-
Lagu Baru Luqman Podolski 'Ayah' Ungkap Sisi Kelam Hubungan Keluarga yang Jarang Dibicarakan
-
Bukan Algoritma, Ini Sosok 'Pemain Baru' di Balik Lagu Viral TikTok yang Perlu Kamu Tahu
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam
-
Dituding Acuh saat Thariq Halilintar Buka Kado, Aaliyah Massaid Beri Klarifikasi Menohok
-
Canting Londo Kitchen Gelar Road to Intimate Concert Bersama Sandhy Sandoro di Solo
-
Lina Mukherjee Kena Body Shaming Bekas Luka Caesar, Amanda Manopo Kasih Pembelaan Begini
-
Putry Poyz Buka Lifestyle Hub di Jakarta Selatan, Sediakan Tempat Khusus Buat Para Content Creator
-
Berapa Gaji Sus Rini? Gaya Pengasuh Rayyanza Pakai Tas Mewah Jadi Perbincangan
-
Tas Branded Sus Rini saat Liburan di Kapal Pesiar Jadi Sorotan, Berapa Harganya?