Suara.com - Film horor terbaru berjudul Aku Harus Mati menjadi sorotan publik usai materi promosinya dinilai meresahkan masyarakat luas.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026 dengan mengusung tema horor psikologis yang cukup gelap.
Dibintangi Hana Saraswati sebagai tokoh utama, cerita berfokus pada Mala, yatim piatu yang terlilit utang pinjol akibat gaya hidup hedon.
Kisahnya semakin mencekam ketika Mala kembali ke panti asuhan dan mengalami teror mistis yang mengancam keselamatan jiwanya secara perlahan.
Namun bukan hanya cerita filmnya, materi promosi berupa billboard dengan judul besar justru menuai protes dari masyarakat luas.
Salah satu kritik datang dari pengguna Threads akun @fongmeicha yang mempertanyakan pihak berwenang untuk melaporkan iklan tersebut.
"Saya bisa melapor ke mana ya, ada billboard besar bertuliskan 'AKU HARUS MATI', apakah bisa diturunkan karena sangat tidak sehat," tulisnya pada Kamis, 26 Maret 2026.
Dia menilai tulisan tersebut berisiko memicu pikiran negatif terutama bagi anak-anak yang belum mampu memahami konteks promosi film.
Menurutnya, anak usia 7 hingga 10 tahun bahkan sempat mempertanyakan makna tulisan tersebut setelah melihat billboard di ruang publik.
Baca Juga: Sinopsis Kong: Skull Island, Tayang Malam Ini di Trans TV
Keluhan tersebut langsung mendapat respons dari warganet lain yang mengaku mengalami hal serupa saat melintas di lokasi pemasangan iklan.
"Aku juga barusan lewat sana dan anak-anak sampai kaget banget, ini benar-benar meresahkan," tulis seorang pengguna menanggapi unggahan tersebut.
Warganet lain juga mendesak pihak terkait agar segera menurunkan materi promosi tersebut karena dianggap tidak memperhatikan dampak psikologis publik.
"Ayo pihak agency dan vendor mohon diperhatikan sisi kepantasannya, jangan asal tayang tanpa memikirkan dampaknya," tulis komentar lainnya.
Selain itu, visual billboard dengan mata merah menyala dan tulisan kapital dinilai semakin memperkuat kesan menyeramkan dan memicu kecemasan.
Sejumlah pengguna juga menyoroti potensi pemicu gangguan mental seperti anxiety terutama bagi individu yang kondisi psikologisnya sedang rentan.
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Sori: Voice from the Heart, Kisah Haru Ayah dan Robot Pencari Suara
-
Diprotes Jadi Severus Snape di Serial Harry Potter, Ini Rekam Jejak Akting Paapa Essiedu
-
Sinopsis Film Emmy, Angkat Kisah Emmy Saelan: Pahlawan Perempuan Makassar
-
Jerome Kurnia dan Lukman Sardi Lawan Pesugihan di Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
-
Wujudkan Mimpi Jadi Pejuang, Beby Tsabina Bakal Pegang Senjata di Film Sejarah Emmy
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Hadirkan Jirayut, Film Cek Khodam Padukan Unsur Mistis Lokal dan Komedi Khas Thailand