- Film Wrath of Man tayang pada 30 Maret 2026, menampilkan kolaborasi Statham dan Ritchie dalam thriller balas dendam brutal.
- Patrick Hill alias "H" menyamar sebagai petugas keamanan truk lapis baja untuk membalaskan kematian putranya.
- Ritchie menyajikan gaya berbeda: thriller gelap, dingin, berbeda dari komedi kriminal khas sutradara tersebut.
Suara.com - Setelah lebih dari 15 tahun sejak kolaborasi terakhir mereka dalam Revolver (2005), duo ikonik Jason Statham dan sutradara Guy Ritchie akhirnya kembali bersatu dalam Wrath of Man (2021).
Namun, bagi penonton yang mengharapkan komedi kriminal cepat ala Snatch atau Lock, Stock and Two Smoking Barrels, bersiaplah untuk terkejut.
Film ini adalah sebuah thriller balas dendam yang gelap, dingin, dan jauh lebih brutal.
Wrath of Man akan tayang pada Senin (30/3/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Cerita berpusat pada Patrick Hill, yang dijuluki "H" (Jason Statham), seorang pria misterius yang baru saja diterima bekerja di Fortico Securities.
Itu adalah sebuah perusahaan truk lapis baja di Los Angeles yang bertanggung jawab memindahkan jutaan dolar setiap harinya.
H adalah sosok yang pendiam, efisien, dan hampir tidak menunjukkan emosi. Ketegangan mulai memuncak ketika sebuah percobaan perampokan terjadi.
Alih-alih panik, H justru menunjukkan kemampuan menembak yang sangat presisi dan mematikan, melumpuhkan para perampok sendirian.
Hal ini memicu kecurigaan di antara rekan-rekannya, termasuk "Bullet" (Holt McCallany) dan "Boy Sweat" Dave (Josh Hartnett).
Baca Juga: Usai Taklukkan Panggung Dunia, Yohanna Siap Getarkan Bioskop Indonesia 9 April Mendatang
Siapa sebenarnya H? Melalui struktur narasi non-linear yang dibagi menjadi beberapa babak, penonton perlahan menyadari bahwa H bukanlah sekadar petugas keamanan biasa.
Ia adalah seorang bos kriminal yang sedang menyamar untuk mencari kelompok perampok yang telah membunuh putranya dalam sebuah insiden tragis.
Film ini menandai pergeseran gaya yang signifikan bagi Guy Ritchie.
Jika biasanya ia dikenal dengan dialog yang cerewet dan penyuntingan yang playful, dalam Wrath of Man, Ritchie memilih pendekatan yang lebih berat dan atmosferik.
Musik latar yang didominasi oleh dentuman cello rendah menciptakan rasa tidak nyaman yang terus-menerus sepanjang film.
Jason Statham memberikan salah satu performa paling "dingin" dalam kariernya. Tanpa banyak dialog, ia berhasil memancarkan kemarahan yang tertahan.
Berita Terkait
-
Usai Taklukkan Panggung Dunia, Yohanna Siap Getarkan Bioskop Indonesia 9 April Mendatang
-
Sinopsis Kong: Skull Island, Tayang Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Gold Land, Park Bo Young Terlibat Kasus Penyelundupan Emas Ilegal
-
Sinopsis Film Korea A Melody To Remember, saat Musik dapat Menyembuhkan Luka
-
Pengabdi Setan 2: Communion, Teror Mencekam di Rusun Tua, Malam Ini di Trans 7
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan