Entertainment / Film
Kamis, 02 April 2026 | 13:22 WIB
Konferensi pers film Warung Pocong yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 1 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Film horor-komedi Warung Pocong karya Entelekey Media Indonesia dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 April 2026 mendatang.
  • Kisah menyoroti tiga pemuda yang terjebak dalam teror maut di Desa Lali Jiwo demi mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi.
  • Produksi film menggabungkan aktor horor berpengalaman dengan komika berbakat untuk menciptakan keseimbangan antara ketegangan dan elemen komedi situasi.

Pengalaman pahit juga dirasakan Randhika Djamil. Pemeran Makmur ini mengaku pernah menjadi korban penipuan di kehidupan aslinya hingga harus melarikan diri ke luar kota. 

"Saya pernah ketipu jualan, sampai dikejar-kejar dan lari ke jalan Aceh. Jadi gampang untuk masuk ke karakter Makmur karena pernah mengalami kejadian yang mirip," kata Randhika.

Totalitas Sadana Agung dan "Bootcamp" Komedi Arla Ailani

Konferensi pers film Warung Pocong yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 1 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Di sisi lain, Sadana Agung menunjukkan totalitasnya dengan melakukan transformasi fisik demi peran Agus. Dia sengaja menurunkan berat badan agar terlihat lebih menderita secara visual. 

"Saya menguruskan badan biar kelihatan miskin. Selain itu, ini pertama kalinya saya ngerasain dibentak Mas Rifnu Wikana. Getar rasanya, sampai habis take saya minta maaf karena saya kira marahnya beneran," tuturnya.

Kehadiran para komika ini ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi pemain horor lainnya. Arla Ailani, pemeran Arundari, mengaku kesulitan menahan tawa saat harus berhadapan langsung dengan ekspresi wajah Sadana Agung.

"Walaupun porsi kami horor, tapi mau nggak mau kami satu scene. Mereka sangat bermain dengan mimik muka. Ini buat saya jadi bootcamp komedi sih, saya harus belajar menahan tawa. Mungkin kalau nanti dapat job komedi ke depannya, saya sudah lebih kuat," jelas Arla.

Komedi Ekspresi dan Kejadian Unik di Set

Konsultan Komedi, David Nurbianto, menjelaskan bahwa arahan Bendolt untuk film ini cukup unik. Alih-alih mengandalkan kata-kata atau verbal, humor dalam Warung Pocong lebih banyak digali melalui situasi dan ekspresi wajah para pemain.

Baca Juga: Pernikahan Tanpa Rasa Zee Asadel dan Emir Mahira di Film Kupilih Jalur Langit

"Mas Bendol punya rasa komedi yang tidak mau terlalu banyak main verbal, tapi main di situasi dan ekspresi. Kekuatan Fajar, Sadana, dan Randhika itu mukanya sangat berbicara meski tanpa mengeluarkan diksi. Tantangannya semua harus by script dan di-lock sejak proses workshop," papar David.

Kekuatan mimik dan kedekatan antar pemain ini memicu kejadian unik saat syuting. Salah satunya ketika adegan ranjang di mana mereka bertiga harus tidur bersama. 

Sadana membocorkan bahwa suara detak jantung Fajar Nugra sempat mengganggu proses perekaman audio karena terlalu keras saat harus berdekatan dengan Randhika Djamil.

"'Maaf Mas, kita geser dulu mic-nya karena Mas Fajar ketika memeluk Kang Dika deg-degan banget, suaranya kedengaran di mic'," kenang Sadana meniru tim audio di lokasi syuting sambil tertawa. 

Fajar pun berkelakar, "Saya juga enggak tahu kenapa sedeg-degan itu dekat Kang Dika, rasanya maskulin saja, kayak nemu masa depan yang cerah".

Strategi "Warung Universe" dan Ekspansi EMI

Load More