Entertainment / Music
Senin, 13 April 2026 | 16:05 WIB
Vokalis Linkin Park Chester Bennington. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Unggahan lama mendiang Chester Bennington tahun 2017 kembali mencuat, menyebut Donald Trump sebagai ancaman yang lebih besar bagi AS dibanding terorisme.
  • Samantha Bennington membagikan ulang pernyataan tersebut untuk menekankan bahwa suara kritis Chester terhadap ketidakadilan masih relevan hingga saat ini.
  • Kemunculan kembali kutipan ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan masa kepemimpinan Trump yang tengah mendapat kritik tajam dari publik dunia.

Suara.com - Pandangan politik vokalis legendaris Linkin Park, mendiang Chester Bennington, sebelum meninggal kembali viral.

Meski telah tiada sejak 2017, suara Chester seperti kembali bergema. Mantan istrinya, Samantha Bennington, membagikan ulang bidik layar cuitan Chester.

Dalam unggahan yang kini viral tersebut, terungkap bahwa Chester pernah melontarkan kritik pedas terhadap Donald Trump.

Chester menyebut pria yang kini kembali menduduki kursi kepemimpinan Amerika Serikat itu sebagai ancaman yang lebih nyata bagi Negeri Paman Sam ketimbang ancaman terorisme. Dengan kata lain, Chester menyebut Trump lebih berbahaya dari aksi terorisme.

Pernyataan berani Chester ini pertama kali diunggah pada 29 Januari 2017, hanya beberapa bulan sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya pada Juli 2017.

"Saya ulangi, Trump adalah ancaman yang lebih besar bagi AS daripada terorisme, kita harus mengambil kembali suara kita dan membela apa yang kita yakini," demikian bunyi cuitan Chester.

Kemunculan kembali pernyataan Chester menjadi sangat sensitif dan relevan mengingat kepemimpinan Trump tengah berada dalam sorotan tajam dunia. Kebijakan yang dibuat Trump, termasuk meningkatnya ketegangan dengan Iran, dikecam habis-habisan.

Samantha bukan cuma sekadar membagikan foto cuitan tersebut. Ia juga menyertakan pesan emosional yang menggambarkan bahwa suara Chester sebenarnya masih sangat nyaring dalam perjuangan melawan apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan.

"Mantan suamiku mengunggah ini beberapa bulan sebelum dia meninggal!! Ada beberapa dari kami di industri ini yang berjuang demi kebaikan kemanusiaan dan anak-anak kita!! Aku bersyukur melihat begitu banyak dari kita yang bersatu!! Kita butuh persatuan untuk menghentikan kejahatan yang menjijikkan ini! Suaranya masih terdengar lantang!!" demikian caption yang ditulis Samantha, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga: Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS

Load More