- Annette Edoarda melakukan pendalaman karakter yang ekstrem, termasuk pertama kali mencoba minuman keras Cap Tikus demi adegan otentik.
- Selain penyesuaian usia (dari 26 ke 17 tahun), para pemain harus menguasai dialek Manado yang mendominasi 80% dialog film.
- Film horor Songko menonjolkan budaya Minahasa dengan lokasi syuting di Tomohon dan melibatkan 60% talenta lokal Sulawesi Utara.
Suara.com - Aktris Annette Edoarda dituntut melakukan pendalaman karakter yang total dalam film horor terbaru produksi Dunia Mencekam Studio dan Santara bertajuk Songko.
Dalam konferensi pers yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat pada Senin, 13 April 2026, Annette menceritakan upayanya memerankan karakter Mikha, mulai dari penyesuaian usia hingga pengalaman pertama mencicipi minuman tradisional Cap Tikus.
Meski lahir dan besar di Manado, Annette mengaku tetap kesulitan karena harus memerankan anak perempuan desa berusia 17 tahun, sementara usia aslinya saat ini sudah 26 tahun.
"Yang harus aku pelajari banyak tuh adalah bagaimana aku membawakan anak perempuan desa umur 17 tahun, yang di mana di saat aku ditawarkan aku udah berumur 26 tahun. Berarti kan dari suara aja aku harus mencari lagi. Dulu pas aku umur 17 tahun suara aku seperti apa ya," kata Annette.
Tak hanya soal suara, totalitas Annette juga diuji dalam salah satu adegan yang melibatkan Cap Tikus, minuman beralkohol khas Sulawesi Utara.
Dia mengaku baru pertama kali mencicipi minuman tersebut demi keperluan syuting.
"Jujur aku aja, meskipun lahir dan besar di Manado, di film ini pertama kali aku cobain Cap Tikus. Dan dari awal aku minum kayak, 'Wah, sekuat ini ya rasanya'. Jadi karena Mikha tahu alcohol tolerance-nya, dibanding nanti memperlambat syuting kalau dia terlalu mabok, jadi ya udahlah awal, sekali, dua kali oke, sisanya air putih aja ya," ungkapnya sambil tertawa.
Menanggapi hal tersebut, sutradara Gerald Mamahit berkelakar bahwa dirinya sempat meminta Annette untuk berada di luar frame jika efek minuman tersebut mulai terasa.
"Saya juga bilang Mikha, 'Mikha nanti out frame aja'," tambah Gerald.
Baca Juga: Sinopsis Ain, Film Horor Indonesia yang Siap Tayang di Rusia
Dalam kesempatan yang sama, aktris Imelda Therinne yang berperan sebagai Helsye mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam film ini adalah penguasaan dialek.
"Bahasa tuh 80 persen bahasa Manado. Ternyata emang susah-susah gampang ya, cuman karena banyak cewek-cewek Manadonese ini ya ngebantu sekali. Aku dikasih kesempatan untuk berinteraksi dengan aktor-aktor Manado," beber Imelda.
Film Songko sendiri mengangkat legenda masyarakat Minahasa tentang makhluk misterius yang mengincar darah perempuan muda.
Untuk menjaga keaslian cerita, sang sutradara, Gerald Mamahit, mewajibkan penggunaan bahasa Manado yang sangat dominan.
Secara teknis, film Songko berlatar tahun 1986 dengan lokasi syuting utama di kaki Gunung Lokon, Tomohon. Tim produksi membangun set desa secara khusus untuk menghadirkan atmosfer horor yang autentik.
Sekitar 60 persen pemain dan kru yang terlibat merupakan talenta lokal asal Sulawesi Utara untuk memperkuat identitas budaya dalam film.
Riset mendalam juga dilakukan melalui wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat setempat guna menentukan visualisasi makhluk Songko serta desain produksi yang akurat.
Ketakutan massal, tuduhan tak berdasar, hingga perpecahan warga desa menjadi inti drama yang dibalut kengerian dalam film ini.
Songko dijadwalkan meneror penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026. Selain Annette Edoarda dan Imelda Therinne, film ini juga dibintangi oleh Khiva Iskak, Fergie Brittany, dan Tegar Satria.
Berita Terkait
-
Terinspirasi Kisah Nyata, Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk Kupas Misteri Lewat Ruang Autopsi
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'
-
Terlalu Berat! Para Pemain Film Sofia sampai Minta Terapis usai Baca Naskah
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Mengapa Remake '402 Rumah Sakit Angker' Gagal Memikat Seperti Gonjiam Versi Asli?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034
-
Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara
-
ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar
-
Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet
-
Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari
-
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita