Entertainment / Film
Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB
Annette Edoarda cicipi minuman cap tikus [Instagram/Annetteedoarda]
Baca 10 detik
  • Annette Edoarda melakukan pendalaman karakter yang ekstrem, termasuk pertama kali mencoba minuman keras Cap Tikus demi adegan otentik.
  • Selain penyesuaian usia (dari 26 ke 17 tahun), para pemain harus menguasai dialek Manado yang mendominasi 80% dialog film.
  • Film horor Songko menonjolkan budaya Minahasa dengan lokasi syuting di Tomohon dan melibatkan 60% talenta lokal Sulawesi Utara.

Suara.com - Aktris Annette Edoarda dituntut melakukan pendalaman karakter yang total dalam film horor terbaru produksi Dunia Mencekam Studio dan Santara bertajuk Songko.

Dalam konferensi pers yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat pada Senin, 13 April 2026, Annette menceritakan upayanya memerankan karakter Mikha, mulai dari penyesuaian usia hingga pengalaman pertama mencicipi minuman tradisional Cap Tikus.

Meski lahir dan besar di Manado, Annette mengaku tetap kesulitan karena harus memerankan anak perempuan desa berusia 17 tahun, sementara usia aslinya saat ini sudah 26 tahun.

"Yang harus aku pelajari banyak tuh adalah bagaimana aku membawakan anak perempuan desa umur 17 tahun, yang di mana di saat aku ditawarkan aku udah berumur 26 tahun. Berarti kan dari suara aja aku harus mencari lagi. Dulu pas aku umur 17 tahun suara aku seperti apa ya," kata Annette.

Tak hanya soal suara, totalitas Annette juga diuji dalam salah satu adegan yang melibatkan Cap Tikus, minuman beralkohol khas Sulawesi Utara.

Dia mengaku baru pertama kali mencicipi minuman tersebut demi keperluan syuting.

"Jujur aku aja, meskipun lahir dan besar di Manado, di film ini pertama kali aku cobain Cap Tikus. Dan dari awal aku minum kayak, 'Wah, sekuat ini ya rasanya'. Jadi karena Mikha tahu alcohol tolerance-nya, dibanding nanti memperlambat syuting kalau dia terlalu mabok, jadi ya udahlah awal, sekali, dua kali oke, sisanya air putih aja ya," ungkapnya sambil tertawa.

Menanggapi hal tersebut, sutradara Gerald Mamahit berkelakar bahwa dirinya sempat meminta Annette untuk berada di luar frame jika efek minuman tersebut mulai terasa.

"Saya juga bilang Mikha, 'Mikha nanti out frame aja'," tambah Gerald.

Baca Juga: Sinopsis Ain, Film Horor Indonesia yang Siap Tayang di Rusia

Dalam kesempatan yang sama, aktris Imelda Therinne yang berperan sebagai Helsye mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam film ini adalah penguasaan dialek.

"Bahasa tuh 80 persen bahasa Manado. Ternyata emang susah-susah gampang ya, cuman karena banyak cewek-cewek Manadonese ini ya ngebantu sekali. Aku dikasih kesempatan untuk berinteraksi dengan aktor-aktor Manado," beber Imelda.

Film Songko sendiri mengangkat legenda masyarakat Minahasa tentang makhluk misterius yang mengincar darah perempuan muda.

Untuk menjaga keaslian cerita, sang sutradara, Gerald Mamahit, mewajibkan penggunaan bahasa Manado yang sangat dominan.

Secara teknis, film Songko berlatar tahun 1986 dengan lokasi syuting utama di kaki Gunung Lokon, Tomohon. Tim produksi membangun set desa secara khusus untuk menghadirkan atmosfer horor yang autentik.

Konferensi film Songko di Cikini, Jakarta Pusat pada Senin, 13 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]

Sekitar 60 persen pemain dan kru yang terlibat merupakan talenta lokal asal Sulawesi Utara untuk memperkuat identitas budaya dalam film.

Load More