Entertainment / Film
Kamis, 16 April 2026 | 16:46 WIB
Film Salmokji (Dok. Showbox)

Suara.com - Film horor Korea terbaru berjudul Salmokji: Whispering Water tengah menjadi perbincangan hangat sejak resmi dirilis pada 8 April 2026.

Antusiasme penonton terlihat begitu besar, bahkan sejak hari pertama penayangannya di bioskop.

Diketahui, Salmokji langsung melesat ke posisi puncak box office Korea Selatan dengan perolehan angka yang fantastis. Film yang didistribusikan oleh Showbox ini berhasil mencatat pencapaian luar biasa dalam waktu singkat.

Berdasarkan data dari Wikitree, Salmokji telah menarik sekitar 5,2 juta penonton hanya dalam hitungan hari sejak perilisannya.

Kesuksesan besar ini pun membuat banyak orang semakin penasaran dengan cerita yang ditawarkan.

Lantas, seperti apa sebenarnya kisah di balik Salmokji yang mampu memikat jutaan penonton dalam waktu singkat? Berikut sinopsisnya!

Sinopsis Salmokji: Whispering Water

Film Salmokji

Film Salmokji: Whispering Water mengambil latar di sebuah tempat terpencil yang tampak tenang di permukaan, namun menyimpan aura mencekam, yakni Waduk Salmokji.

Sekilas, waduk ini terlihat seperti lokasi yang damai dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Nominasi Baeksang Arts Awards 2026, Drama You and Everything Else Paling Disorot

Namun di balik kesunyian tersebut, tersembunyi berbagai kisah kelam yang terus beredar di masyarakat sekitar.

Kisah film ini sendiri berfokus pada sekelompok tim produksi yang memutuskan nekat untuk kembali ke Waduk Salmokji.

Tujuan mereka adalah merekam ulang sebuah jalan di sekitar waduk, setelah sebelumnya kamera mereka menangkap sesuatu yang janggal, yakni sebuah entitas misterius yang tak seharusnya ada dalam rekaman tersebut.

Dengan rasa penasaran yang besar sekaligus ambisi untuk mengungkap kebenaran, mereka memulai proses syuting tanpa benar-benar memahami risiko yang mengintai.

Namun, sejak awal pengambilan gambar dimulai, kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan.

Hal-hal kecil yang awalnya dianggap kebetulan perlahan berubah menjadi rangkaian teror yang semakin nyata dan sulit dijelaskan dengan logika.

Load More