- Pedangdut Ikif Kawazhima didepak sepihak dari panggung acara di Jawa Timur pada 31 Maret 2026 oleh manajemen Mayangkara.
- Pembatalan terjadi karena manajemen Niken Salindry melarang Ikif tampil dengan alasan durasi acara serta masalah marwah budaya.
- Kejadian tersebut mengakibatkan kerugian materiil bagi Ikif dan memicu keberanian sesama seniman untuk mengungkap praktik serupa di lapangan.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari pedangdut jebolan D’Academy, Ikif Kawazhima.
Penyanyi yang akrab disapa Ikif ini meluapkan kekecewaannya setelah mengaku didepak secara sepihak dari sebuah panggung di Jawa Timur pada 31 Maret 2026 lalu.
Ironisnya, pembatalan tersebut bukan datang dari tuan rumah yang mengundangnya, melainkan dari pihak manajemen grup Campursari Mayangkara milik penyanyi terkenal, Niken Salindry.
Ikif menceritakan kronologi kejadian yang membuatnya meradang. Awalnya, ia telah dikontrak oleh tuan rumah sejak setahun lalu untuk tampil di rangkaian acara hajatan.
Setelah sukses menghibur pada 28 Maret, tuan rumah meminta Ikif kembali tampil pada acara anniversary tanggal 31 Maret. Namun, rencana itu buyar setelah manajemen Mayangkara ikut campur.
"Tuan rumah itu bingung mau ngebatalin aku gimana. Ternyata, tuan rumah di-chat sama adminnya Niken Salindry. Isinya minta supaya Mbak Ikif tidak usah tampil atau nyanyi di Mayangkara," kata Ikif dengan nada kecewa.
Alasan yang Berubah-ubah: Dari Durasi Hingga Masalah "Marwah"
Awalnya, pihak manajemen Mayangkara berdalih bahwa durasi acara terbatas dan artis pendukung Mayangkara sudah terlalu banyak.
Namun, setelah Ikif mencoba mengonfirmasi langsung via WhatsApp, alasan tersebut dinilai tidak masuk akal.
Baca Juga: Dua Dunia Niken Salindry: Malam Jadi Sinden Kondang, Siangnya Siswi SMA yang Rajin Mengaji
"Aku chat adminnya, tanya salah saya apa? Kita ini sesama seniman, jangan saling menjatuhkan. Itu namanya mematikan rezeki orang lain. Tapi chat saya cuma dibaca, tidak ada respon lagi," ujarnya.
Konflik semakin memanas saat pihak manajemen melakukan klarifikasi di media sosial yang kemudian dihapus. Dalam klarifikasi tersebut, alasan pembatalan bergeser ke masalah "budaya".
Pihak Mayangkara yang dikelola oleh ayah Niken Salindry menyebut ingin menjaga marwah kebudayaan, menyindir gaya panggung dan pakaian Ikif yang dianggap terlalu berani.
Menanggapi hal itu, Ikif memberikan pembelaan menohok. "Kalau dibilang masalah kebudayaan, saya ini fleksibel. Saya dulu penyanyi campursari. Kalau diminta pakai kebaya, jarit, sanggul, saya bisa! Semua itu bisa didiskusikan, bukan langsung di-cut sepihak. Kita ini bekerja mengikuti request tuan rumah yang bayar kita," imbuhnya.
Kerugian Materiil dan Dukungan dari Seniman Lain
Pembatalan mendadak ini tak hanya melukai perasaan Ikif, tapi juga memberikan kerugian materiil yang nyata. Ikif mengaku sudah menyiapkan segala keperluan panggung dengan profesional.
Berita Terkait
-
Dua Dunia Niken Salindry: Malam Jadi Sinden Kondang, Siangnya Siswi SMA yang Rajin Mengaji
-
Sosok Niken Salindry, Sinden yang Dibanding-bandingkan dengan Gus Miftah
-
Tarif Manggung Niken Salindry 2024, Penyanyi yang Viral Borong Dagangan Penjual Es Teh
-
Beda dari Gus Miftah, Adab Niken Salindry ke Penjual Es Teh Tuai Pujian
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG
-
Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone
-
Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4
-
BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini
-
Revisi UU Pemilu Harus Perkuat Demokrasi, Bukan Sekadar Ubah Aturan
-
Sepatu On Cloud Ori Apakah Dijual di Shopee? Begini Cara Membeli Produk Asli yang Aman