Entertainment / Gosip
Senin, 27 April 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi sarjana. [Ist]
Baca 10 detik
  • Mhurny R Ratu memviralkan tuduhan bahwa anak angkat orang tuanya, Tina, pergi tanpa berpamitan setelah wisuda di Palu.
  • Keluarga angkat merasa kecewa karena telah membiayai pendidikan Tina selama bertahun-tahun dengan penuh pengorbanan tenaga serta materi.
  • Ibu kandung Tina membantah tuduhan tersebut dan mengklaim anaknya mengalami eksploitasi serta tekanan selama tinggal bersama keluarga angkat.

Menurutnya, Tina tidak hidup dengan nyaman, melainkan kerap diperlakukan seperti pembantu rumah tangga. Ia menyebut anaknya harus mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, mulai dari mencuci pakaian hingga mengurus kebutuhan keluarga.

“Sekarang Tina terbebas menjadi babu kamu. Kau tidak ingatkah Tina yang cuci pakaianmu, suamimu, dan anak-anakmu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan Tina hingga sarjana bukan sepenuhnya hasil bantuan keluarga angkat, melainkan karena beasiswa yang didapatkan.

Bahkan, ia menuding sebagian dana beasiswa tersebut kerap diminta oleh pihak keluarga angkat.

Lebih lanjut, ibu kandung Tina menjelaskan bahwa keputusan anaknya untuk pergi tanpa berpamitan dilatarbelakangi rasa tertekan dan kelelahan yang sudah lama dipendam.

Tina disebut merasa takut dan memilih pergi sebagai jalan keluar dari situasi tersebut.

“Dia merasa tertekan dan takut, makanya memilih pergi. Dia sudah capek,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan bahwa selama bertahun-tahun, Tina harus menjalani kehidupan yang berat, termasuk berjalan kaki ke sekolah dan hanya diberi uang jajan dalam jumlah sangat terbatas.

Semua itu, menurutnya, merupakan bentuk “bayaran” atas bantuan yang diberikan keluarga angkat.

Baca Juga: Tampang Terduga Pengasuh Daycare Little Aresha Terekam Saat Digerebek

Perbedaan versi cerita ini pun membuat warganet terbelah. Sebagian bersimpati kepada keluarga angkat yang merasa dikhianati, sementara lainnya justru membela Tina setelah mendengar penjelasan dari ibu kandungnya.

Hingga kini, kisah tersebut masih menjadi perbincangan hangat dan memunculkan diskusi lebih luas tentang hubungan anak angkat, tanggung jawab, serta batas antara bantuan dan eksploitasi.

Load More