Entertainment / Gosip
Minggu, 03 Mei 2026 | 14:40 WIB
Warga berdoa di depan karangan bunga yang diletakkan di salah satu sudut Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
  • Insiden tragis tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan memicu kedatangan warga untuk memberikan penghormatan terakhir.
  • Kesaksian emosional korban selamat mengenai momen terakhir bersama korban meninggal viral dan menyentuh perasaan masyarakat di media sosial.

Suara.com - Tragedi kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 masih menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak.

Peristiwa nahas ini tidak hanya mengguncang para penumpang dan keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas yang mengikuti kabar tersebut sejak awal kejadian.

Hingga hari ini, Minggu, 3 Mei 2026, suasana haru masih terasa di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Sejumlah warga terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para korban.

Mereka meletakkan bunga, berdoa, serta mengenang 16 orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis tersebut.

Area stasiun pun dipenuhi buket bunga yang menjadi simbol belasungkawa sekaligus doa agar para korban mendapatkan tempat terbaik.

Di antara banyaknya bunga yang diletakkan, ada satu yang menarik perhatian publik. Bunga tersebut diketahui berasal dari seorang korban selamat. Tulisan yang tertera di sana begitu menyentuh.

“Selamat jalan para wanita kuat, surga menanti kedatangan kalian,” tulisnya sebagai kalimat pembuka.

Ucapan tersebut langsung menggambarkan rasa kehilangan sekaligus penghormatan yang tulus kepada para korban, khususnya para perempuan yang menjadi bagian dari tragedi itu.

Baca Juga: Satire Deddy Corbuzier soal Menteri PPPA Usul Pindahkan Gerbong: Gue Patriarki, Saya Bela Ibu!

Namun, bagian yang paling mengharukan adalah ketika penulis pesan tersebut secara khusus menujukan kalimatnya kepada salah satu korban.

Ia menceritakan momen terakhir yang tak akan pernah ia lupakan.

“Teruntuk khusus seorang ibu yang terjepit di bagian belakang, sebelah kepala lokomotif. Saya tidak tahu siapa ibu. Yang saya tahu ibu berbisik kepada saya dengan kata ‘Tolong’ dan genggam jari telunjuk saya,” tulisnya.

Dalam kondisi penuh kepanikan dan keterbatasan, ia hanya bisa menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak.

Kisah itu berlanjut dengan kalimat yang membuat siapa pun yang membacanya merasa pilu.

“Tiba-tiba ibu berhenti berbisik dan melepas genggaman ibu. Saya cuma mau bilang ke ibu, ‘Maaf yah bu, saya tidak bisa menolong ibu. Selamat jalan yah bu’,” lanjutnya.

Load More