Entertainment / Gosip
Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:15 WIB
Sebuah mobil minibus melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Kecelakaan ini menyebabkan korban empat orang tewas. [Ilustras kecelakaan kereta api dan sebuah mobil/AI]
Baca 10 detik
  • KA Argo Bromo Anggrek menabrak mobil rombongan jemaah haji di perlintasan tanpa palang pintu Desa Tuko, Grobogan.
  • Insiden pada Jumat 1 Mei 2026 tersebut terjadi saat mobil mogok di tengah rel dalam cuaca berkabut.
  • Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang penumpang meninggal dunia di lokasi serta dua orang lainnya mengalami kritis.

Suara.com - Tak lama setelah kecelakaa maut di Stasiun Bekasi Timur yang menelan 15 nyawa, KA Argo Bromo Anggrek kembali terlibat kecelakaan maut di Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026).

Mobil yang berisi rombongan pengantar calon jemaah haji ringsek hingga masuk ke persawahan setelah dihantam kereta di perlintasan tanpa palang pintu Desa Tuko.

Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 02.52 WIB saat kondisi cuaca sedang berkabut tebal.

Berdasarkan laporan akun Instagram @fakta.indo, mobil yang mengangkut delapan orang tersebut tiba-tiba mogok saat berada tepat di tengah rel.

Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah barat dengan jarak yang sudah terlalu dekat untuk melakukan pengereman.

"Mobil Avanza ketabrak kereta api, mengantarkan jemaah haji dari Desa Sidorejo menuju ke Tuko. Penumpang delapan orang, empat orang meninggal di tempat," kata salah satu saksi dalam dokumentasi warga yang beredar di lokasi kejadian.

Akibat benturan keras tersebut, mobil sempat terseret sejauh 20 meter sebelum akhirnya terlempar ke area sawah dalam kondisi hancur total.

Dari delapan penumpang, empat orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, termasuk seorang balita yang masih berusia tiga tahun.

Sementara itu, dua penumpang lainnya dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD, serta sisanya menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Viral Aksi Heroik Ayah Selamatkan Bayinya dari Terjangan Kereta Api, Jaraknya Bikin Deg-degan

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa lokasi kejadian merupakan perlintasan sebidang yang tidak memiliki palang pintu resmi.

"Tetap berhati-hati jika melewati rel tanpa palang pintu, lebih baik melihat kanan kiri dulu," tulis narasi dalam rekaman video tersebut sebagai peringatan bagi pengguna jalan lain.

Tragedi ini kembali mempertegas masalah klasik infrastruktur transportasi Indonesia terkait perlintasan sebidang liar.

Minimnya pengawasan dan fasilitas keamanan di jalur kereta api cepat Jawa terus menjadi ancaman nyata yang siap merenggut nyawa kapan saja, terutama di daerah-daerah dengan pengawasan rendah.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti mogoknya mobil rombongan tersebut di tengah rel.

Load More