- Siswa SMA Negeri 5 Bandung bernama Muhammad Fadhli tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Cihampelas, Bandung.
- Peristiwa tragis terjadi pada pertengahan Maret 2026 saat korban pulang dari acara buka puasa bersama rekan-rekannya.
- Ibu korban meminta bantuan hukum Hotman Paris karena para pelaku pengeroyokan belum ditahan oleh pihak Polrestabes Bandung.
Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengunggah video curhat pilu seorang ibu bernama Weni yang anaknya meninggal dunia.
Kepergian sang putra, Muhammad Fadhli Arza Subrata lantaran dikeroyok sejumlah pemuda di Bandung, Jawa Barat.
Peristiwa tragis ini bermula saat almarhum mengikuti kegiatan buka bersama di Bumi Sangkuriang, Ciumbuleuit, pada pertengahan Maret 2026.
Fadhli yang merupakan siswa SMA Negeri 5 Bandung itu berada di rombongan terakhir karena ingin memastikan seluruh peserta pulang dengan aman.
Nahas, saat melewati Jalan Cihampelas tepat di depan SMA Negeri 2 Bandung, rombongan mereka diadang gerombolan penyerang.
Berdasarkan keterangan saksi, motor yang dikendarai Fadhli ditendang hingga terjatuh sebelum akhirnya dikeroyok oleh para pelaku yang sudah berjaga di bahu jalan.
"Apa yang dilakukan mereka dan mengakibatkan meninggalnya anak saya Fadhli sangat melukai hati saya sebagai orangtuanya," kata Weni dalam video di Instagram Hotman Paris pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Weni menerangkan, mereka yang melakukan pengeroyokan ke Fadhly adalah pemuda yang suda akil baligh.
"Di mana usia baligh itu seharusnya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tetapi mereka tetap melakukannya dengan segala konsekuensi akibatnya," ujar Weni.
Baca Juga: Nekat Lewati Lintasan Tanpa Palang, Mobil Pengantar Haji Ditabrak KA Argo Bromo, 4 Tewas
Karena itu, Weni berharap mendapatkan bantuan dari Hotman Paris Hutapea untuk mendapatkan keadilan.
Ia menegaskan, keberadaan anaknya pun bukan karena terlibat tawuran. Namun baru selesai menghadiri buka puasa bersama.
"Saya ingin mendapatkan keadilan dan meminta bantuan Bang Hotman untuk membantu dan mengawal kasus anak saya agar kami keluarga korban mendapatkan keadilan untuk almarhum anak saya," ucapnya.
Hotman Paris pun menyoroti kinerja aparat kepolisian. Karena hingga saat ini para pelaku dikabarkan belum juga ditahan oleh pihak Polrestabes Bandung.
Melalui keterangan unggahannya, Hotman menegaskan bahwa pelaku yang berusia 17 tahun sebenarnya sudah memenuhi syarat hukum untuk segera dilakukan penahanan.
"Jika melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun atau lebih dan anak telah berumur minimal 14 tahun, maka bisa dilakukan penahanan," tulis Hotman.
Weni kini hanya bisa menaruh harapan besar pada bantuan hukum dari tim Hotman Paris agar seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Anak saya memang tidak akan kembali, tetapi saya menginginkan kebenaran tetap berdiri," ucap Weni mengakhiri curahan hatinya dalam video tersebut.
Berita Terkait
-
Nekat Lewati Lintasan Tanpa Palang, Mobil Pengantar Haji Ditabrak KA Argo Bromo, 4 Tewas
-
Viral Aksi Heroik Ayah Selamatkan Bayinya dari Terjangan Kereta Api, Jaraknya Bikin Deg-degan
-
Definisi Gen Alpha, Bocah 5 Tahun Semringah Meski Berstatus 'Anak Hilang' di Kantor Polisi
-
Bukan Fiksi, Viral Ibu Guru Menikah dengan Bekas Muridnya Sendiri
-
Anak Tantrum, Seorang Ibu Batal Naik KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur