- Duo Gery Gany meluncurkan proyek musik #TimurPride bersama E-Motion Entertainment dan Live at Folkative! pada 10 April.
- Proyek ini menampilkan kolaborasi musisi Indonesia Timur lintas generasi untuk merayakan talenta daerah di panggung nasional.
- Video Live Session tersebut mendapat respons positif dari publik karena kualitas aransemen musik yang segar dan autentik.
Suara.com - Kabar gembira datang bagi para penikmat musik Tanah Air, khususnya bagi mereka yang merindukan sentuhan magis dari suara-suara emas Indonesia Timur.
Duo berbakat Gery Gany baru saja meluncurkan gebrakan terbaru bertajuk #TimurPride, sebuah proyek Live Session yang menjadi panggung perayaan bagi talenta-talenta luar biasa dari ufuk timur Indonesia.
Proyek ini bukan sekadar penampilan musik biasa. #TimurPride merupakan inisiatif kolaboratif yang lahir dari tangan dingin label rekaman E-Motion Entertainment bersama Live at Folkative.
Live at Folkative adalah platform yang selama ini dikenal konsisten menyajikan sesi musik live dengan konsep yang intim, hangat, dan berkualitas tinggi.
Bertabur Bintang Lintas Generasi
Tidak tanggung-tanggung, dalam proyek ini Gery Gany berhasil mengumpulkan deretan musisi besar lintas generasi yang memiliki akar kuat di Indonesia Timur.
Nama-nama seperti Betrand Peto, GAC (Gamaliel Audrey Cantika), Mario G Klau, Novia Bachmid, Nowela, Prince Poetiray, hingga Rayen Pono turut ambil bagian dalam harmoni yang penuh makna ini.
Menariknya, Gery Gany masih menyimpan satu kartu as berupa kolaborator rahasia yang identitasnya menjadi kejutan manis bagi para penonton.
Sejak diumumkan pertama kali melalui akun Instagram resmi mereka pada 7 April lalu, antusiasme publik langsung meledak, menantikan sinergi vokal yang jarang terjadi dalam satu panggung ini.
Baca Juga: Soroti Isu Rasis ke Indonesia Timur, Arie Kriting: Kita yang Kurang Gizi, Kita Juga yang Harus Kuat!
Respon Positif dan Atmosfer Autentik
Resmi dirilis pada 10 April, video Live Session #TimurPride yang tayang di kanal YouTube Gery Gany dan para kolaborator langsung menjadi buah bibir.
Respons positif mengalir deras di berbagai media sosial. Banyak netizen memuji kualitas aransemen musik yang segar namun tetap mempertahankan karakter autentik musik Timur, serta chemistry yang kuat antar penyanyi.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi musisi Indonesia, khususnya dari kawasan Timur, untuk terus berkarya dan dikenal oleh audiens yang lebih luas," kata perwakilan tim produksi.
Mengenal Gery Gany: Dari Atambua Menuju Panggung Nasional
Sosok di balik inisiatif ini, Gery Gany bukanlah nama baru di industri musik.
Berita Terkait
-
Soroti Isu Rasis ke Indonesia Timur, Arie Kriting: Kita yang Kurang Gizi, Kita Juga yang Harus Kuat!
-
Bikin Heboh di TikTok, Gery Gany Rilis Lagu Rusuk Versi Timur
-
Tutup Donasi, Bobon Santoso Berhasil Kumpulkan Rp 1,5 Miliar untuk Kuali Merah Putih di Indonesia Timur
-
Sukses dengan Sesaat Kau Hadir, Gery Gany Persembahkan Karya Terbaru Berjudul Rusuk
-
Kolaborasi Gencarkan Wisata ke Indonesia Timur
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan