Suara.com - Komika Arie Kriting menyoroti isu rasial yang menurutnya masih menjadi masalah laten di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemandu acara dalam diskusi bertajuk 'Pemuda Merawat Nalar Bangsa' yang tayang di kanal YouTube Mahfud MD pada 17 Oktober 2025.
Lelaki berusia 40 tahun itu secara khusus membahas fenomena yang ia sebut sebagai 'rasis positif'.
Menurutnya, di Indonesia seringkali muncul stereotip yang seolah-olah positif, namun sebenarnya berakar dari pandangan rasial.
Arie mengawali pembicaraannya dengan mengungkapkan keresahan pribadi terkait isu tersebut.
"Masalahnya saya sendiri, itu adalah isu rasial," ujarnya di hadapan para peserta diskusi.
Arie menjelaskan bahwa rasisme di Indonesia berbeda dengan yang terjadi di negara lain, seperti Amerika, yang lebih terbuka.
Di Tanah Air, menurutnya, rasisme seringkali tersembunyi dan sulit untuk diidentifikasi secara langsung.
"Indonesia itu jago banget menyembunyikan hal-hal seperti itu. Kayaknya tidak rasis, tapi kayaknya rasis," kata komika asal Kendari tersebut.
Baca Juga: 6 Film Dibintangi Arie Kriting dan Indah Permatasari, Terbaru Gak Nyangka
Suami Indah Permatasari ini kemudian memberikan contoh konkret mengenai 'rasis positif' yang kerap ia temui dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan stereotip bahwa orang dari Indonesia Timur selalu dianggap kuat secara fisik.
"Orang Timur kuat. Positif, tapi rasial itu," tegasnya.
Arie lantas memberikan analogi yang menggelitik untuk menggambarkan bagaimana stereotip tersebut bekerja dalam situasi sosial.
Ia menggambarkan jika ada sekelompok orang yang terlibat perkelahian, orang dari Timur lah yang kerap diharapkan untuk maju lebih dulu.
Keresahannya semakin dalam ketika ia membandingkan stereotip kekuatan fisik tersebut dengan data angka gizi buruk di Indonesia.
Menurutnya, data menunjukkan bahwa lima provinsi dengan angka gizi buruk tertinggi justru berada di wilayah Indonesia Timur.
"Angka gizi buruk di Indonesia itu lima teratas semua Indonesia Timur, Pak. Ini apa-apaan Indonesia ini? Kita yang kurang gizi, kita juga yang harus kuat," ungkapnya yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Arie merasa ironi ini menunjukkan adanya pandangan yang tidak adil dan perlu diperbaiki bersama sebagai sebuah bangsa.
Berita Terkait
-
Arie Kriting Sebut Rizky Febian dan Mahalini Pasangan Sempurna: Gak Akan Ada Konflik Royalti
-
Ibunya Tantrum Lagi Hina Arie Kriting, Indah Permatasari: Tolong Jangan Dihujat
-
Drama Keluarga Memanas, Indah Permatasari Beri Respons usai Ibunda Sindir Arie Kriting
-
Arie Kriting Sindir Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, Bawa-bawa Sengkuni dan Konspirasi Asing
-
Arie Kriting Sebut Raffi Ahmad Cocok Jadi Menpora, Netizen Bingung: Sarkas atau Jilat Bang?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan