Entertainment / Gosip
Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB
Dua remaja panti asuhan di Padang diminta keluar dari sekolah karena belum lunasi uang seragam [lambe gosip, chatGPT]
Baca 10 detik
  • Dua remaja panti asuhan terancam putus sekolah hanya karena sisa biaya seragam sebesar Rp300 ribu yang belum terlunasi.
  • Kebijakan kepala sekolah yang meminta siswa pindah dinilai tidak simpatik dan mengabaikan kondisi finansial panti asuhan yang sedang tidak stabil.
  • Kasus ini memicu kecaman luas di media sosial karena pihak sekolah lebih mengutamakan administrasi biaya daripada hak pendidikan anak yatim.

Suara.com - Nasib malang menimpa Dio Patuta (18) dan Afil Mulyadi (17), dua remaja penghuni panti asuhan di Kota Padang, Sumatera Barat.

Hanya karena belum melunasi sisa biaya seragam sebesar Rp300 ribu, keduanya diminta oleh kepala sekolah untuk pindah dari instansi pendidikan tempat mereka menimba ilmu.

Kasus ini mencuat setelah pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Nur Ilahi, Nanggalo, membeberkan kronologi kejadian.

Ketua LKSA, Renol Putra, menjelaskan bahwa pihak sekolah mulai menagih pelunasan tersebut pada Sabtu, 2 Mei 2026.

"Awalnya kepala sekolah menelepon saya, meminta uang Rp300 ribu untuk pelunasan seragam. Saya bilang tunggu dulu karena sedang di luar kota," kata Renol saat memberikan keterangan pada Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Renol, seragam tersebut memang sudah lama digunakan oleh kedua remaja tersebut.

Namun, kondisi finansial panti asuhan yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir membuat pihak pengelola kesulitan melunasi tunggakan tepat waktu.

Sikap tegas kepala sekolah yang meminta kedua siswa tersebut pindah dinilai sangat tidak simpatik.

Terlebih, Dio dan Afil bukanlah anak panti asuhan pertama yang bersekolah di instansi tersebut.

Baca Juga: Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

Renol menyayangkan kurangnya empati pihak sekolah terhadap kondisi ekonomi anak-anak yatim piatu yang mereka asuh.

"Kondisi keuangan panti yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir membuat pelunasan tertunda," tambah Renol.

Hingga saat ini, kisah Dio dan Afil viral di media sosial dan memancing simpati warganet.

Banyak pihak menyayangkan kebijakan sekolah yang lebih mengutamakan urusan administratif biaya seragam dibandingkan keberlangsungan pendidikan siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Load More