- Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan program Sekolah Rakyat adalah proyek strategis pemerintahan Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem.
- Pengelola aset negara di Bekasi diminta mengelola fasilitas Sekolah Rakyat sebagai instrumen layanan pendidikan, bukan sekadar urusan administratif.
- Pemerintah menuntut tata kelola aset yang akuntabel, transparan, serta cepat merespons persoalan demi menjamin masa depan siswa keluarga rentan.
Suara.com - Program Sekolah Rakyat kembali ditegaskan sebagai proyek sosial-politik andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan para pengelola Barang Milik Negara (BMN) agar tidak menganggap aset Sekolah Rakyat sebatas urusan inventaris birokrasi.
Dalam pembukaan Pelatihan Pengelolaan Barang Milik Negara bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Gus Ipul menyebut masa depan siswa Sekolah Rakyat bergantung pada cara negara mengelola fasilitas yang ada.
“Yang kita kelola bukan sekadar barang, tetapi harapan anak-anak Indonesia,” kata Gus Ipul, Rabu (6/5/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah sorotan terhadap ambisi pemerintah menjadikan Sekolah Rakyat sebagai instrumen pemutus rantai kemiskinan ekstrem.
Gus Ipul mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga rentan, terutama kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sekolah Rakyat dirancang untuk memotong mata rantai kemiskinan," ujarnya.
Karena itu, ia meminta pengelolaan sarana-prasarana dilakukan dengan pendekatan yang lebih serius.
Gus Ipul bahkan menekankan bahwa tempat tidur, laptop, hingga gedung sekolah harus dipandang sebagai alat pelayanan negara, bukan sekadar aset administratif.
Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
“BMN bukan sekadar urusan administrasi dan inventaris, tetapi instrumen layanan negara,” tegasnya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat kini berada dalam pengawasan publik. Karena itu, tata kelola aset harus akuntabel dan terdokumentasi.
“Administrasi harus rapi, pencatatan harus lengkap, pengelolaan harus tertib, dan pengadaan harus akuntabel. Catat apa yang dikerjakan, kerjakan apa yang dicatat,” katanya.
Ia juga meminta seluruh pengelola cepat merespons bila muncul persoalan atau temuan dalam pengelolaan aset negara.
Menurutnya, temuan administrasi tidak boleh dianggap ancaman, melainkan sinyal untuk memperbaiki sistem sejak awal.
“Kalau ada masalah, cepat diidentifikasi, cepat dilengkapi, cepat dibenahi, dan jangan diulangi,” ujar dia.
Berita Terkait
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi
-
Pedas! Gus Ipul Semprot Amien Rais: Saya Selalu Ingat Gus Dur, Dia Gak Bisa Dipercaya!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik