- Grup musik Sembilan Tera asal Bandung resmi merilis mini album perdana bertajuk Sementara Itu pada Mei 2026.
- Mini album tersebut berisi lima lagu yang mengangkat tema keresahan manusia serta emosi mendalam tentang ketidakpastian hidup.
- Karya ini diharapkan menjadi ruang aman bagi pendengar untuk menerima kerapuhan dan berdamai dengan luka emosional mereka.
Suara.com - Di balik riuhnya panggung kafe dan gemerlap lampu kota Bandung, lahir sebuah narasi tentang kejujuran emosional.
Sembilan Tera, unit musik yang baru terbentuk pada Juni 2025, resmi memperkenalkan diri ke industri musik independen lewat mini album (EP) perdana mereka bertajuk Sementara Itu pada Mei 2026.
Bukan sekadar mengejar nada yang catchy atau lirik cinta yang klise, Sembilan Tera justru memilih menyelami sisi gelap manusia: keresahan, rasa kehilangan, hingga kehampaan yang kerap disembunyikan di balik senyum palsu.
Ruang Aman untuk Menjadi Rapuh
Mini album ini lahir dari keresahan Arie Axara (drum/penulis lagu) yang melihat fenomena "baik-baik saja" di tengah masyarakat.
Bersama Aditya (gitar), Ricky (bass), Eza (vokal), Angga (trombone), dan Taufik (keyboard), Sembilan Tera sepakat untuk menanggalkan topeng kesempurnaan.
"Kami tidak ingin membuat lagu yang sekadar enak didengar. Kami ingin membuat lagu yang bisa menemani orang-orang ketika sedang merasa paling sendiri," kata Arie Axara.
Bagi mereka, Sementara Itu adalah sebuah pengakuan bahwa menjadi hancur adalah bagian dari kemanusiaan.
"Kadang orang terlalu sibuk terlihat kuat sampai lupa jujur dengan dirinya sendiri. Lewat album ini, kami cuma ingin bilang bahwa merasa hancur itu manusiawi," ujarnya.
Baca Juga: Prambanan Jazz Festival 2026 Umumkan Line Up Terbaru, Ini Daftar Penampil Hari Pertama hingga Ketiga
Lima Lagu, Satu Benang Merah
EP ini merangkum lima trek yang saling berkaitan: "Luruh", "Pergi", "Akhir Cerita", "Jujur Pada Luka", dan lagu utama "Sementara Itu".
Seluruh materi yang ditulis oleh Arie Axara ini memiliki benang merah tentang fase hidup yang menggantung, sebuah transisi menyakitkan yang penuh ketidakpastian.
Nuansa musik yang dihadirkan pun terasa sangat personal. Alih-alih memoles aransemen agar terdengar megah dan sempurna, Sembilan Tera justru menonjolkan sisi "mentah" dan rapuh.
Kehadiran instrumen trombone dari Angga memberikan warna unik yang mempertebal atmosfer emosional dalam setiap lagunya.
Dari Panggung Kafe ke Identitas Sendiri
Berita Terkait
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Umumkan Line Up Terbaru, Ini Daftar Penampil Hari Pertama hingga Ketiga
-
Ryan Adriandhy Ajak Rich Brian Kolaborasi Film Animasi, Respons Tak Terduga Bikin Heboh
-
Menuju Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK Kini Lebih Mudah, Ada Shuttle dari Jakarta dan Sekitarnya
-
Once Mekel Boyong Slank hingga Musisi Lintas Generasi di Gema Kampus Surabaya
-
Bela-belain dari Bandung, Penonton Hammersonic Ini Todong Ravel Entertainment Bawa Legenda Punk
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sinopsis Film Fuze, Sajikan Thriller Aksi dengan Plot Bom dan Perampokan Rumit
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Film Kamu Harus Mati Siap Hantui Bioskop, Hadirkan Teror Gaib yang Menguji Persahabatan
-
Aldi Taher Mohon Doa, Sang Ayah Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Usus Buntu
-
Bikin Syok! Anggaran Bingkai Foto Prabowo dan Gibran Untuk Sekolah Rakyat Tembus Rp4,14 Miliar
-
Spin-Off Money Heist Hadir di Netflix, Berlin Pimpin Aksi Perampokan Baru di Seville
-
Profil Achmad Syahri As Siddiqi, Anggota DPRD Termuda yang Merokok dan Main Game di Tengah Rapat
-
Buronan Kasus Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Akhirnya Ditangkap di Mesir
-
Bene Dion Akhirnya Ibadah di Gereja Lagi, Berkat Diajak Suster dengan Cara 'Agak Laen'
-
Bukan karena Bupati R, Lisa Mariana Sebut Ayu Aulia Kehilangan Rahim akibat Sering Aborsi