- Pengamat Kesit Budi Handoyo menilai persaingan Super League musim ini sangat kompetitif dan berjalan sengit hingga pekan terakhir.
- Masalah utama kompetisi adalah banyaknya tim musafir akibat ketidakjelasan stadion kandang yang belum memenuhi standar infrastruktur liga.
- Kebijakan toleransi PSSI dan operator liga dinilai menghambat profesionalisme serta berdampak negatif pada performa dan finansial klub.
Suara.com - Persaingan Super League musim ini mendapat apresiasi dari pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo. Meski begitu, fenomena masih banyaknya "tim musafir" seakan mencoreng peningkatan kualitas liga.
Ia menilai kompetisi berjalan ketat hingga pekan terakhir dan persaingan juara, termasuk antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda, masih terbuka.
Namun, di balik ketatnya persaingan, ia menyoroti persoalan yang belum tuntas, yakni ketidakjelasan stadion kandang sejumlah klub.
Kondisi ini membuat beberapa tim harus menjalani laga “musafir” atau berpindah-pindah tempat.
“Kualitas persaingan musim ini sangat kompetitif dan atmosfernya bagus,” kata Kesit kepada Suara.com.
Kompromi yang Dinilai Berlebihan
Kesit menyebut masalah ini terjadi karena masih adanya toleransi dari PSSI dan I.League terhadap klub yang belum memenuhi standar infrastruktur.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru memperpanjang persoalan.
Ia mencontohkan kasus Persija Jakarta yang sempat harus menggelar laga kandang di luar kota.
Baca Juga: Arema FC Bidik Sapu Bersih Kemenangan di Dua Laga Terakhir BRI Super League 2025/2026
Kondisi serupa juga dialami sejumlah klub lain karena stadion mereka belum memenuhi standar operator liga.
“Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. Klub dari satu kota idealnya bermain di kotanya sendiri,” ujarnya.
Kesit menilai operator kompetisi sebenarnya sudah mengetahui kondisi infrastruktur klub, terutama tim promosi.
Karena itu, ia mendorong adanya penegasan aturan tanpa kompromi berlebihan.
Dampak ke Performa dan Pendapatan
Menurutnya, ketidakpastian stadion kandang tidak hanya memengaruhi performa tim, tetapi juga aspek finansial klub.
Berita Terkait
-
Masalah Tunggakan Gaji Tak Kunjung Usai, PSSI dan I.League Diminta Terapkan Audit Keuangan Ketat
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Erick Thohir Minta PSSI Tak Gengsi Belajar dari Federasi Futsal Indonesia
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Masalah Tunggakan Gaji Tak Kunjung Usai, PSSI dan I.League Diminta Terapkan Audit Keuangan Ketat
-
Krisis Internal Timnas Curacao, Fred Rutten Mundur Usai Tekanan Pemain Minta Pelatih Lama Kembali
-
Publik Jepang Ramai-ramai Doakan Timnas Indonesia Tumbangkan Qatar di Piala Asia 2027
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Transfer Ederson ke Manchester United Terancam Gagal Jika Arsenal Berani Bayar Mahal
-
Erick Thohir Minta PSSI Tak Gengsi Belajar dari Federasi Futsal Indonesia
-
Dituduh Diving, Kapten Leeds United Tampil Interview dengan Luka di Kepala
-
MU Berburu The Next Bruno Fernandes, Maxi Araujo Jadi Target Utama