- Peserta LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat menerima ancaman somasi akibat mengkritik ketidakadilan penilaian juri.
- Penilaian juri dianggap tidak konsisten karena memberikan poin berbeda terhadap jawaban yang sama persis oleh peserta.
- Ancaman hukum dari penyelenggara menyebabkan peserta mengalami tekanan mental berat dan mogok makan hingga 12 Mei 2026.
Suara.com - Babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 yang seharusnya menjadi ajang unjuk kecerdasan, kini justru meninggalkan jejak kelam bagi salah satu peserta.
Bukannya ruang diskusi yang dibuka, peserta tersebut justru mendapatkan tekanan psikologis berupa ancaman somasi karena videonya yang berisi kritik terhadap juri viral di media sosial.
Kabar ini diungkap oleh kakak dari peserta yang bersangkutan melalui unggahan di media sosial, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut sang kakak, adiknya kini mengalami tekanan mental berat hingga mogok makan.
Hal ini dipicu oleh pesan singkat yang diterima melalui WhatsApp yang berisi tuntutan agar video protes tersebut segera dihapus.
"Adikku peserta LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat. Dia jawab BENAR, dapat -5. Tim lain jawab hal yang SAMA PERSIS, dapat +10. Sekarang adikku ditekan lewat chat WA, entah dari siapa, disuruh hapus video yang sudah terlanjur viral, kalau enggak bakalan disomasi," tulis sang kakak dalam unggahannya.
"Adikku telah berbulan-bulan hafal konstitusi sampai tidur pun komat-kamit. Di depan kamera live YouTube MPR RI, dia jawab. Lalu, soal dilempar ke tim lain. Jawaban sama, juri bilang 'Ini sudah benar. Nilai 10'. Aku replay sampai mataku panas. Tidak ada bedanya," tambahnya.
Dalam pesan WhatsApp yang diunggah, terlihat ancaman tersebut berisikan perintah untuk menghapus video yang viral.
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG. Jika tidak, kami akan layangkan somasi," bunyi pesan tersebut.
Baca Juga: Diduga Tewas Saat Curi Mangga, Keluarga Pelaku Serang Rumah Pemilik Pohon di Bontang
Adapun saat acara berlangsung, ketegangan bermula ketika juri memberikan penilaian yang dianggap tidak konsisten.
Saat peserta menjawab pertanyaan tentang mekanisme pemilihan anggota BPK, juri memberikan pengurangan nilai.
Namun, ketika tim lain memberikan jawaban yang identik, juri justru memberikan poin penuh.
Ironisnya, ketika diprotes, juri berdalih bahwa penilaian didasarkan pada "artikulasi" peserta yang kurang jelas, bukan pada substansi jawaban.
Situasi semakin memburuk ketika pihak yang diduga panitia atau penyelenggara mengirimkan ancaman hukum.
"Sekarang adikku bingung. Dia nanya ke aku, 'Kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh'. Dan aku enggak tahu harus jawab apa," lanjut sang kakak dengan nada kecewa.
Berita Terkait
-
Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI Mulai Kena 'Cancel Culture', Pihak EO Putus Kerjasama
-
Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Diduga Unggah Status Menantang Publik
-
Bikin Melongo, Emak-Emak Ini Angkut Motor Listrik Sambil Dibonceng
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Profil Achmad Syahri As Siddiqi, Anggota DPRD Termuda yang Merokok dan Main Game di Tengah Rapat
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dipaksa Imam Darto, Ardhito Pramono Rela Tampil Culun Demi Film Gudang Merica
-
Ahmad Dhani Terang-terangan Rendahkan Indonesian Idol: Kalau Enggak Ada Judika, Basi Lah!
-
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Protes di LCC Empat Pilar MPR Kini Ditawari Beasiswa ke China
-
Makin Terbuka, Ardhito Pramono Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Davina Karamoy
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru
-
Biasa Main Film Serius, Ardhito Pramono Ketagihan Main Komedi Absurd Gara-Gara Gudang Merica
-
Buntut Ketidakadilan LCC MPR RI 2026: Juri, MC, hingga Ketua MPR Digugat ke PN Jakpus
-
Tantang Syekh Ahmad Al Misry Tes Hafalan Al-Quran, Hanny Kristianto Siapkan Hadiah Rp1 Miliar
-
Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI Mulai Kena 'Cancel Culture', Pihak EO Putus Kerjasama
-
Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Diduga Unggah Status Menantang Publik