Entertainment / Gosip
Selasa, 12 Mei 2026 | 16:07 WIB
Buah mangga. (Envato)
Baca 10 detik
  • Seorang pria diduga tewas terjatuh saat mencuri mangga di sebuah rumah di Kota Bontang pada 9 Mei 2026.
  • Keluarga korban menyerang rumah pemilik pohon mangga pada 10 Mei 2026 sebagai bentuk protes atas kematian tersebut.
  • Aksi penyerangan menyebabkan pemilik rumah dianiaya, perabotan rusak, serta pohon mangga sumber masalah ditebang oleh massa.

Suara.com - Sebuah insiden tragis yang diduga berawal dari pencurian mangga di Kota Bontang berakhir dengan aksi main hakim sendiri. 

Sebuah video yang viral di media sosial pada Minggu, 10 Mei 2026 menunjukkan sekelompok orang menyerang sebuah rumah yang diketahui milik pemilik pohon mangga

Penyerangan ini dipicu oleh tewasnya salah satu anggota keluarga mereka yang diduga terjatuh saat mencoba mencuri buah dari pohon tersebut.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram @infonesiaku.id, yang mengutip dari @kutim.id, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026. 

Kronologi bermula ketika seorang pria diduga tewas setelah terjatuh saat hendak mengambil mangga dari pohon milik seorang warga.

Namun, keluarga korban tidak menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan murni. 

Merasa tidak terima, puluhan orang yang merupakan keluarga dan kerabat dari pria yang tewas kemudian mendatangi rumah pemilik pohon mangga untuk meluapkan amarah.

Rekaman video dari kamera CCTV yang beredar luas memperlihatkan suasana mencekam saat penyerangan terjadi. Sejumlah orang terlihat beringas, melemparkan perabotan seperti kursi dan benda-benda lainnya di teras rumah. 

Situasi tampak kacau balau, dengan beberapa orang terlihat saling dorong dan berteriak.

Baca Juga: Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil

Dalam keterangan unggahan tersebut, disebutkan bahwa pemilik rumah dikabarkan mengalami penganiayaan akibat serangan tersebut. 

Tidak hanya itu, pohon mangga yang menjadi sumber masalah juga dilaporkan ikut ditebang oleh massa yang marah.

Unggahan tersebut juga menyertakan sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria terbaring, yang diduga adalah korban yang tewas akibat terjatuh.

Kejadian ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh keluarga korban, karena kekerasan tidak dapat dibenarkan, apa pun alasannya.

"Apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri dan kekerasan tentu tidak dibenarkan. Semoga semua pihak bisa menahan emosi dan kasus ini ditangani aparat secara adil," tulis akun @infonesiaku.id dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai penanganan lebih lanjut atas kasus pencurian yang berujung kematian dan aksi penyerangan ini. 

Load More