Entertainment / Gosip
Senin, 18 Mei 2026 | 09:10 WIB
Denise Chariesta [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Selebgram Denise Chariesta mengungkapkan kegagalan program bayi tabung senilai satu miliar rupiah melalui unggahan media sosialnya.
  • Dua embrio yang dikembangkan tidak menunjukkan pertumbuhan sehingga Denise harus menandatangani dokumen pembatalan penyimpanan embrio tersebut.
  • Denise merasa sangat terpukul dan stres, namun tetap berkomitmen untuk terus berupaya memiliki momongan di masa depan.

Suara.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari selebgram Denise Chariesta. Melalui unggahan video di Instagram, Denise mengungkapkan bahwa program bayi tabung yang dijalaninya dinyatakan gagal.

Ia mengaku sangat terpukul karena telah menaruh harapan besar untuk bisa kembali memiliki anak lewat program tersebut.

Dalam videonya, Denise menjelaskan bahwa dua embrio hasil program bayi tabung yang dijalaninya tidak berkembang.

Dengan nada sedih, ia mengatakan harus menerima kenyataan pahit meski telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menjalani proses tersebut.

“Guys bayi tabung Rp1 miliar gue dua-duanya meninggal. Setelah dapet surat ini, dia ini memang tidak berkembang guys,” kata Denise dalam unggahan videonya.

Pasalnya, Denise sebelumnya terlihat sangat optimistis program bayi tabung tersebut akan berhasil. Ia bahkan mengaku sudah begitu yakin akan kembali hamil karena merasa kondisi tubuhnya cukup subur.

Denise kemudian menyinggung pengalaman saat dirinya hamil anak pertamanya, Jaden. Menurutnya, kehamilan pertama terjadi dengan cepat sehingga ia tidak menyangka program bayi tabung kali ini justru mengalami kegagalan.

“Padahal gue yakin banget ini jadi karena gue kan subur. Jaden aja sekali toel langsung jadi,” ujarnya.

Rasa kecewa Denise semakin besar karena dirinya ternyata sudah menyiapkan banyak hal untuk menyambut calon buah hati.

Baca Juga: Bikin Syok, Suhu TikTok Bowo Alpenliebe Mendadak Umumkan Kehamilan Istri

Ia mengaku sudah membayangkan kehadiran bayi tersebut di tengah keluarganya, bahkan telah mempersiapkan kamar dan tempat tidur khusus.

“Gue nggak nyangka bakalan begini. Gue ngerasa seyakin ini udah siapin kamar dan ranjang. Tapi bisa-bisanya gagal. Gue juga bingung yah guys,” sambung Denise.

Tak hanya harus menerima kenyataan pahit, Denise juga mengungkapkan bahwa dirinya akhirnya menandatangani dokumen untuk tidak lagi menyimpan embrio tersebut karena keduanya dinyatakan tidak berkembang.

“Terus hari ini gue tanda tangan kalau buat nggak disimpen karena dua-duanya nggak berkembang,” ungkapnya lagi.

Kegagalan program bayi tabung itu membuat Denise mengaku mengalami stres berat. Ia mengatakan proses bayi tabung bukan hal mudah karena harus menjalani suntikan hormon dan melewati berbagai tahapan medis yang cukup menguras fisik maupun mental.

Meski kecewa dan terpukul, Denise memastikan dirinya belum menyerah. Ia mengaku masih ingin terus berusaha untuk mendapatkan momongan lagi di masa depan.

Load More