- Acha Septriasa mengingatkan bahwa memendam masalah dan melakukan silent treatment dalam pernikahan bisa menjadi bom waktu yang merusak hubungan.
- Pasangan harus jujur mengenai luka masa lalu sejak awal dan mendeteksi tanda-tanda hubungan toksik (red flags) demi mencari jalan keluar bersama.
- Bertahan di pernikahan toksik demi anak tidak selalu benar, karena berpisah terkadang justru menyelamatkan cara pandang anak tentang hubungan yang sehat.
"Anak itu precious banget buat orangtuanya. Jadi aku rasa itu memang jadi salah satu hal yang menghambat seorang korban keluar dari hubungan yang nggak sehat," katanya.
Meski begitu, Acha menegaskan semua keputusan tetap kembali kepada masing-masing individu dan kondisi yang mereka hadapi di dalam rumah tangga.
"Semua pilihan sebenarnya ada di tangan korban, ada di tangan semua perempuan, ada di tangan semua laki-laki. Tapi ya tergantung kalau kalian memang benar-benar ada di tempat yang tidak aman," tutur Acha.
Dalam kesempatan yang sama, Acha juga mengingatkan pentingnya mengenali red flag pasangan sejak masih pacaran atau baru memasuki hubungan serius.
Menurutnya, banyak orang baru menyadari hubungan toxic setelah semuanya terlambat.
"Kalau misalnya kita enggak tahu pasangan kita ya memang hidup kita bisa amburadul banget. Jadi penting buat belajar detect red flags dari awal," imbuhnya.
Pernyataan Acha soal hubungan dan pernikahan ini langsung menarik perhatian publik, mengingat kehidupan pribadinya sendiri sempat menjadi sorotan setelah resmi bercerai dari Vicky Kharisma pada 2025 lalu.
Meski begitu, Acha tidak secara spesifik membahas rumah tangganya. Dia lebih fokus menyampaikan pesan bahwa hubungan sehat harus dibangun lewat komunikasi, keterbukaan, dan rasa aman satu sama lain.
Baca Juga: Perankan Amina di Suamiku Lukaku, Acha Septriasa Ungkap Beratnya Jadi Korban KDRT
Berita Terkait
-
Film Titip Bunda di Surga-Mu Segera Tayang di Bioskop, Angkat Luka Komunikasi Orang Tua dan Anak
-
Acha Septriasa Punya Karier Baru, Kini Tak Melulu di Depan Kamera
-
Review Film Air Mata Mualaf: Perjalanan Iman yang Mengiris Hati
-
Review Film Air Mata Mualaf: Mendalami Gejolak Batin Tatkala Pindah Agama
-
Tayang Hari Ini, Film Air Mata Mualaf Sajikan Kisah Haru Pencarian Hidayah dan Konflik Batin
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea
-
Diseret Isu Pesugihan Gunung Kawi, Sarwendah: Namaku Clickbait Banget
-
Dituduh Zalimi Pekerja hingga Viral, Selebgram Sindy HVT Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Demi Kelancaran Syuting Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Anggy Umbara Pakai Jasa Dukun Lokal
-
Kronologi Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin Taulany: dari Soal Gaji hingga Penyekapan dan Pemukulan
-
Sinopsis Train Dreams: Kisah Penebang Kayu yang Menembus Nominasi Oscar, Tayang di Netflix
-
Film Gonjiam Digarap Ulang Anggy Umbara, Banyak Kejutan yang Tak Ada di Versi Asli
-
13 Minutes: Pacuan Adrenalin di Tengah Kepungan Tornado, Malam Ini di Trans TV
-
Ria Ricis Tampil di Film Keluarga Suami Adalah Hama, Netizen Penasaran Reaksi Keluarga Teuku Ryan
-
Desain Bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Pati Tak Lazim