Entertainment / Gosip
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:00 WIB
Acha Septriasa membahas pernikahan toksik [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Acha Septriasa mengingatkan bahwa memendam masalah dan melakukan silent treatment dalam pernikahan bisa menjadi bom waktu yang merusak hubungan.
  •  Pasangan harus jujur mengenai luka masa lalu sejak awal dan mendeteksi tanda-tanda hubungan toksik (red flags) demi mencari jalan keluar bersama.
  • Bertahan di pernikahan toksik demi anak tidak selalu benar, karena berpisah terkadang justru menyelamatkan cara pandang anak tentang hubungan yang sehat.

"Anak itu precious banget buat orangtuanya. Jadi aku rasa itu memang jadi salah satu hal yang menghambat seorang korban keluar dari hubungan yang nggak sehat," katanya.

Meski begitu, Acha menegaskan semua keputusan tetap kembali kepada masing-masing individu dan kondisi yang mereka hadapi di dalam rumah tangga.

"Semua pilihan sebenarnya ada di tangan korban, ada di tangan semua perempuan, ada di tangan semua laki-laki. Tapi ya tergantung kalau kalian memang benar-benar ada di tempat yang tidak aman," tutur Acha.

Acha Septriasa [instagram]

Dalam kesempatan yang sama, Acha juga mengingatkan pentingnya mengenali red flag pasangan sejak masih pacaran atau baru memasuki hubungan serius.

Menurutnya, banyak orang baru menyadari hubungan toxic setelah semuanya terlambat.

"Kalau misalnya kita enggak tahu pasangan kita ya memang hidup kita bisa amburadul banget. Jadi penting buat belajar detect red flags dari awal," imbuhnya.

Pernyataan Acha soal hubungan dan pernikahan ini langsung menarik perhatian publik, mengingat kehidupan pribadinya sendiri sempat menjadi sorotan setelah resmi bercerai dari Vicky Kharisma pada 2025 lalu.

Meski begitu, Acha tidak secara spesifik membahas rumah tangganya. Dia lebih fokus menyampaikan pesan bahwa hubungan sehat harus dibangun lewat komunikasi, keterbukaan, dan rasa aman satu sama lain.

Baca Juga: Perankan Amina di Suamiku Lukaku, Acha Septriasa Ungkap Beratnya Jadi Korban KDRT

Load More