Entertainment / Gosip
Kamis, 21 Mei 2026 | 15:27 WIB
Aksi penari meriahkan upacara pemakaman [The Thaiger]
Baca 10 detik
  • Sebuah pemakaman di Thailand mendadak viral karena menyuguhkan aksi penari berpakaian minim di depan peti jenazah atas permintaan wasiat mendiang sebelum wafat.
  • Pihak keluarga sengaja menggelar acara meriah tersebut agar para pelayat tidak berlarut dalam kesedihan, melayani sifat asli almarhum yang semasa hidupnya dikenal sangat ceria.
  • Fenomena serupa juga terjadi di wilayah Thailand lainnya, menunjukkan adanya tren baru di mana masyarakat memilih merayakan akhir kehidupan seseorang alih-alih meratapinya.

Suara.com - Upacara pemakaman yang biasanya identik dengan isak tangis justru diwarnai keceriaan dan kemeriahan dengan kehadiran para penari.

Pemandangan tersebut terjadi di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand baru-baru ini.

Dikutip dari laman The Thaiger, Kamis, 21 Mei 2026, upacara pemakaman meriah itu digelar pada 20 April 2026. Sosok yang meninggal diketahui bernama Winit dan berusia 59 tahun.

Proses pemakaman berlangsung begitu semarak dengan aksi gemulai para penari berpakaian minim yang diiringi alunan musik. Aksi mereka tepat dilakukan di depan peti jenazah dan para pelayat.

Video momen tersebut pun langsung viral di media sosial, memicu perdebatan hangat di kalangan netizen mengenai etika dan tradisi.

Rupanya, bukan tanpa alasan mengundang para penari untuk berjoget ria di upacara pemakaman. Keluarga Winit mengaku hanya ingin melaksanakan wasiat mendiang.

Seorang anggota keluarga mengatakan bahwa semasa hidup Winit adalah orang yang ceria. Baginya, kematian bukanlah momen untuk diratapi sampai berlarut-larut.

"Mendiang sebelumnya pernah berpesan kepada keluarga agar jangan berduka saat ia meninggal dunia. Ia secara spesifik minta agar ada penari yang tampil di depan peti matinya," kata anggota keluarga.

Baca Juga: Aksi Heroik Zaskia Adya Mecca: Selamatkan Gadis Misterius yang Menangis di Pinggir Tol

Berdasarkan laporan DailyNews, setelah para biksu menyelesaikan ritual pemakaman adat dan kembali ke kuil, pihak keluarga segera bertindak.

Mereka menyewa sebuah truk sistem suara (sound system) dan tiga orang penari profesional untuk beraksi di area persemayaman.

Aksi penari meriahkan upacara pemakaman [The Thaiger]

Malam itu, suasana berubah drastis. Musik mengalun dan para penari mulai menunjukkan kebolehannya di depan peti jenazah Winit.

Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak menonton pertunjukan tersebut dengan antusias.

Prosesi ini pun berlanjut hingga upacara kremasi yang dilaksanakan keesokan harinya, 21 April, di Wat Thepphanom Chuet. Bagi pihak keluarga, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi sekaligus cara mereka melepaskan kepergian sosok yang mereka cintai dengan cara yang paling sesuai dengan kepribadian mendiang.

Fenomena pemakaman yang meriah ternyata bukan pertama kalinya terjadi di Thailand. Di tempat lain, tepatnya di Provinsi Loei, sebuah pemakaman untuk seorang fotografer berusia 58 tahun juga berlangsung
dengan suasana yang jauh dari kata suram.

Alih-alih upacara yang kaku, teman-teman dan keluarga sang fotografer berkumpul dengan suasana seperti berkemah, lengkap dengan nyanyian lagu-lagu favorit mendiang sebagai bentuk penghormatan atas
kepribadiannya yang selalu positif.

Load More