- Sebuah pemakaman di Thailand mendadak viral karena menyuguhkan aksi penari berpakaian minim di depan peti jenazah atas permintaan wasiat mendiang sebelum wafat.
- Pihak keluarga sengaja menggelar acara meriah tersebut agar para pelayat tidak berlarut dalam kesedihan, melayani sifat asli almarhum yang semasa hidupnya dikenal sangat ceria.
- Fenomena serupa juga terjadi di wilayah Thailand lainnya, menunjukkan adanya tren baru di mana masyarakat memilih merayakan akhir kehidupan seseorang alih-alih meratapinya.
Suara.com - Upacara pemakaman yang biasanya identik dengan isak tangis justru diwarnai keceriaan dan kemeriahan dengan kehadiran para penari.
Pemandangan tersebut terjadi di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand baru-baru ini.
Dikutip dari laman The Thaiger, Kamis, 21 Mei 2026, upacara pemakaman meriah itu digelar pada 20 April 2026. Sosok yang meninggal diketahui bernama Winit dan berusia 59 tahun.
Proses pemakaman berlangsung begitu semarak dengan aksi gemulai para penari berpakaian minim yang diiringi alunan musik. Aksi mereka tepat dilakukan di depan peti jenazah dan para pelayat.
Video momen tersebut pun langsung viral di media sosial, memicu perdebatan hangat di kalangan netizen mengenai etika dan tradisi.
Rupanya, bukan tanpa alasan mengundang para penari untuk berjoget ria di upacara pemakaman. Keluarga Winit mengaku hanya ingin melaksanakan wasiat mendiang.
Seorang anggota keluarga mengatakan bahwa semasa hidup Winit adalah orang yang ceria. Baginya, kematian bukanlah momen untuk diratapi sampai berlarut-larut.
"Mendiang sebelumnya pernah berpesan kepada keluarga agar jangan berduka saat ia meninggal dunia. Ia secara spesifik minta agar ada penari yang tampil di depan peti matinya," kata anggota keluarga.
Baca Juga: Aksi Heroik Zaskia Adya Mecca: Selamatkan Gadis Misterius yang Menangis di Pinggir Tol
Berdasarkan laporan DailyNews, setelah para biksu menyelesaikan ritual pemakaman adat dan kembali ke kuil, pihak keluarga segera bertindak.
Mereka menyewa sebuah truk sistem suara (sound system) dan tiga orang penari profesional untuk beraksi di area persemayaman.
Malam itu, suasana berubah drastis. Musik mengalun dan para penari mulai menunjukkan kebolehannya di depan peti jenazah Winit.
Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, tampak menonton pertunjukan tersebut dengan antusias.
Prosesi ini pun berlanjut hingga upacara kremasi yang dilaksanakan keesokan harinya, 21 April, di Wat Thepphanom Chuet. Bagi pihak keluarga, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi sekaligus cara mereka melepaskan kepergian sosok yang mereka cintai dengan cara yang paling sesuai dengan kepribadian mendiang.
Fenomena pemakaman yang meriah ternyata bukan pertama kalinya terjadi di Thailand. Di tempat lain, tepatnya di Provinsi Loei, sebuah pemakaman untuk seorang fotografer berusia 58 tahun juga berlangsung
dengan suasana yang jauh dari kata suram.
Alih-alih upacara yang kaku, teman-teman dan keluarga sang fotografer berkumpul dengan suasana seperti berkemah, lengkap dengan nyanyian lagu-lagu favorit mendiang sebagai bentuk penghormatan atas
kepribadiannya yang selalu positif.
Berita Terkait
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
3 Foundation Lokal Alternatif Giorgio Armani, Simak Klaim dan Review Pembelinya
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Anak-Anak CBI Hidupkan Drama Musikal The Addams Family, Bawa Standar Walt Disney
-
Kim Myungsoo Bikin Jakarta Meleleh di Fancon Solo, Panggil Fans Sayangku hingga Joget Kicau Mania
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda