- HAS Pictures memproduksi film thriller-horor berjudul Dosa: Penebusan atau Pengampunan yang mengisahkan teror di Hotel Samsara bagi para korbannya.
- Tim produksi membangun set hotel di dua studio karena pemilik properti asli menolak lokasi mereka digunakan syuting film.
- Film garapan sutradara Sondang Pratama ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 11 Juni 2026.
Suara.com - Tantangan besar dihadapi oleh rumah produksi HAS Pictures dalam menggarap film perdana mereka yang bergenre thriller-horor psikologis, Dosa: Penebusan atau Pengampunan.
Proses produksi film ini sempat terkendala izin lokasi setelah sejumlah pengelola hotel asli menolak bangunan mereka dijadikan tempat syuting karena khawatir akan dampak citra mistis.
Akibatnya, tim produksi harus bergerak cepat menyewa dua studio sekaligus untuk membangun set hotel dari nol selama sebulan penuh.
Film ini berkisah tentang pasangan suami istri, Bima (Irsyadillah) dan Ersya (Ratu Sofya), yang nekat pergi ke luar kota dan mengalami kecelakaan hebat setelah berpapasan dengan truk yang dikendarai Nanang (Revaldo).
Saat mencari pertolongan, mereka terjebak di Hotel Samsara, sebuah penginapan tua misterius yang perlahan menyeret mereka ke dalam teror yang menguak dosa masa lalu mereka.
Sang produser, Reza Aditya, menceritakan bahwa timnya sempat melakukan survei ke beberapa hotel asli, namun selalu berujung pada penolakan dari pemilik properti.
"Kita sudah beberapa tempat kita datangin, ya susah juga gitu. Terus kita juga udah minta hotel di luar kota untuk kita ambil gambarnya buat syuting, mereka tidak izinin. Takut. Takutnya ini film horor, jadi takut ada dampak efeknyalah gitu kan," kata Reza Aditya dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 8 Juni 2026.
Sutradara Sondang Pratama menambahkan bahwa pilihan membangun set mandiri justru menjadi langkah penyelamatan agar anggaran produksi tidak membengkak untuk renovasi properti di lokasi nyata.
"Awalnya kami sudah menemukan hotel yang cocok di Malang. Tapi pihak hotel keberatan karena takut citra bangunannya makin dianggap angker. Daripada biaya renovasi dan penggantian properti membengkak, akhirnya kami pilih membangun set sendiri. Bahkan sampai menyewa dua studio sekaligus," jelas Sondang.
Baca Juga: Konflik dengan Ibu Jalan Dua Tahun, Ratu Sofya Mulai Kelelahan
Set lorong dan kamar hotel dibangun terpisah di studio besar selama satu bulan lebih, sementara area khusus seperti kolam darah hingga ruang penyiksaan ditempatkan di studio kecil lainnya demi efisiensi visualisasi adegan ekstrem.
Totalitas dalam memvisualisasikan "dosa" tidak hanya memakan biaya pada aspek set, tetapi juga menuntut ketahanan fisik para pemainnya.
Natasha Urbach yang memerankan karakter arwah bernama Mutia menceritakan pengalamannya digantung terbalik 180 derajat menggunakan sling selama beberapa menit untuk adegan krusial. Tak hanya itu, dia harus memuntahkan cairan hitam khusus langsung ke arah lawan mainnya.
"Aku harus digantung di sling, terus aku harus dipasangin selang buat muntahin cairan hitam. Jadi itu keluar dari mulut aku langsung," kenang Natasha.
Irsyadillah selaku pemeran utama pun mengamini beratnya proses syuting di dalam studio ber-AC dingin dengan kondisi tubuh yang harus terus-menerus dibasahi air untuk menjaga kesinambungan gambar.
Bagi Irish Bella, posisi sebagai Executive Producer di proyek layar lebar perdana HAS Pictures ini memberikan sudut pandang baru yang jauh berbeda dibanding saat dirinya masih aktif berakting di depan kamera.
"Biasanya kami cuma tahu akting. Sekarang saya dituntut untuk mengetahui detail dari awal sampai akhir. Jelas lebih pusing, tapi ini menantang dan membuat kami tumbuh," imbuh Irish.
Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.
Selain para pemeran utama, film berdurasi 97 menit ini juga dibintangi Dominique Sanda (Nungki), dan Jennifer Eve (Sheren).
Berita Terkait
-
Lewat Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Ajak Anak Muda Hargai Setiap Mimpi
-
Reaksi Produser Film Dosa Saat Dilaporkan Ratu Sofya ke Polisi, Bantah Gimick Marketing
-
Sinopsis Esok Tanpa Ibu: Ketika Sosok Ibu Digantikan AI, Lagi Merajai Netflix
-
Review Film Warkop DKI: Viralin DooOong, Penampilan Memuaskan Desta hingga Kejutan Asri Welas Cs
-
The Marked Woman Baru Mendarat di Netflix: Sajikan Teka-teki Identitas yang Bikin Penasaran
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter