Entertainment / Film
Senin, 08 Juni 2026 | 20:24 WIB
Sinopsis Esok Tanpa Ibu [IMDb]
Baca 10 detik
  • Film Esok Tanpa Ibu karya sutradara Ho Wi Ding sukses merajai posisi puncak film terpopuler di Netflix, menggeser beberapa judul besar lainnya.
  • Cerita berfokus pada Rama (Ali Fikry) yang menggunakan program AI canggih bernama "i-Bu" untuk merekonstruksi sosok ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo), yang sedang koma.
  • Rama memanfaatkan stimulasi AI tersebut sebagai terapi sensorik untuk membangunkan ibunya sekaligus menjembatani hubungan yang renggang dengan sang ayah, Hendy (Ringgo Agus Rahman).

Suara.com - Film berjudul Esok Tanpa Ibu sukses merajai tangga film terpopuler di Netflix, menggeser beberapa judul besar lainnya.

Berdasarkan data terbaru dari layanan streaming raksasa tersebut, Esok Tanpa Ibu kokoh di posisi puncak.

Keberhasilannya ini melampaui film komedi horor Agak Laen: Menyala Pantiku! yang harus puas di posisi kedua, disusul oleh Alas Roban, Sebelum Dijemput Nenek, dan film horor religi Qorin 2 di posisi lima besar.

Film ini cukup diminati karena premisnya yang berani, yaitu menggabungkan duka mendalam dengan kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Esok Tanpa Ibu disutradarai oleh Ho Wi Ding, sutradara berbakat yang dikenal lewat tangan dinginnya dalam mengemas drama manusia yang kompleks.

Film ini juga menjadi panggung bagi Ali Fikry, aktor muda yang aktingnya kian matang, bersanding dengan nama-nama besar seperti Ringgo Agus Rahman dan ikon film Indonesia, Dian Sastrowardoyo.

Tak ketinggalan, kehadiran Aisha Nurra Datau dan Bima Sena memberikan warna tersendiri dalam jajaran pemain yang sangat solid ini.

Sinopsis Esok Tanpa Ibu: Pertaruhan Nyawa dan Teknologi

Cerita berfokus pada kehidupan Rama (Ali Fikry), seorang remaja yang memiliki hubungan sangat erat dengan ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo).

Baca Juga: Sinopsis 5 Film Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini

Teaser Poster Esok Tanpa Ibu.

Sayangnya, hubungan hangat itu berbanding terbalik dengan hubungannya terhadap sang ayah, Hendy (Ringgo Agus Rahman). Rama dan Hendy seringkali tidak sejalan, menciptakan jurang komunikasi yang lebar di dalam rumah mereka.

Dunia Rama mendadak runtuh ketika Laras mengalami kecelakaan medis yang menyebabkannya jatuh ke dalam kondisi koma berkepanjangan.

Di tengah keputusasaan menghadapi rumah yang terasa sunyi dan dingin, serta sosok ayah yang sulit ia jangkau, Rama menemukan sebuah harapan yang tak lazim.

Rama dibantu oleh sahabatnya, Zyla (Aisha Nurra Datau), seorang jenius teknologi yang tengah mengembangkan proyek ambisius bernama i-Bu.

i-Bu adalah sebuah program AI canggih yang mampu merekonstruksi wajah, suara, hingga pola pikir seseorang berdasarkan data-data digital yang ada.

Dengan menggunakan perangkat i-Bu, Rama kembali bisa "melihat" ibunya, mendengar suaranya yang menenangkan, bahkan berkonsultasi tentang masalah hidupnya melalui simulasi AI tersebut.

Namun, Rama tidak sekadar ingin melepas rindu. Ia memiliki ambisi yang lebih besar, yakni menggunakan stimulasi dari AI tersebut sebagai terapi sensorik untuk merangsang saraf otak Laras agar terbangun dari koma.

Pertanyaan besarnya, apakah teknologi bisa benar-benar menggantikan kehadiran seorang ibu yang tak tergantikan secara biologis dan spiritual? Bisakah kecerdasan buatan menjadi jembatan untuk menyembuhkan luka hubungan antara Rama dan ayahnya?

Temukan segera jawabannya di Netflix!

Load More