Entertainment / Film
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:19 WIB
Jumpa pers film Dosa di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 9 Mei 2026, [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Ratu Sofya melaporkan produser Reza Aditya ke Polda Metro Jaya pada 6 Juni 2026 atas tuduhan pencemaran nama baik.
  • Reza Aditya mengaku terkejut dan baru mengetahui laporan tersebut saat acara Gala Premiere film berlangsung di Jakarta Selatan.
  • Produser membantah tudingan rekayasa promosi dan menyatakan siap bersikap kooperatif jika dipanggil oleh pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

Suara.com - Produser HAS Pictures, Reza Aditya, mengaku baru mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pemeran utama film Dosa: Penebusan atau Pengampunan, Ratu Sofya.

Kabar laporan polisi tersebut mencuat di tengah ketidakhadiran sang aktris dalam acara Gala Premiere yang berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 8 Juni 2026.

Menanggapi situasi ini, Reza menegaskan bahwa perseteruan tersebut murni masalah hukum dan membantah keras tudingan bahwa konflik ini sengaja dibuat sebagai teknik marketing.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media mengenai laporan polisi yang dilayangkan Ratu Sofya atas dugaan pencemaran nama baik, Reza Aditya menunjukkan reaksi terkejut karena baru mendengar kabar tersebut dari wartawan saat acara berlangsung.

"Wah! Saya enggak tahu kalau saya dilaporin, beneran. Saya pikir RS (Ratu Sofya) sayang sama saya. Saya enggak tahu. Ini baru tahu lho," kata Reza saat ditemui di lokasi Gala Premiere.

Ratu Sofya ditemani pengacaranya saat melaporkan produser film Reza Aditya ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 6 Juni 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

Meskipun mengaku belum menerima pemberitahuan resmi, Reza menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif apabila dipanggil oleh pihak kepolisian untuk memberikan keterangan.

"Sebagai warga negara yang baik ya saya, ya kalau misalkan dilaporin saya taat hukumlah. Saya akan datang kalau emang dipanggil. Kalau enggak ya saya syuting aja," tambahnya.

Isu yang berkembang di media sosial sempat menyebutkan bahwa konflik internal antara rumah produksi dan pemeran utamanya ini sengaja direkayasa demi mendongkrak popularitas film debut layar lebar dari HAS Pictures tersebut.

Namun, Reza segera meluruskan spekulasi miring tersebut dan menegaskan komitmen mereka pada cara-cara promosi yang sehat.

Baca Juga: Belum Terima Honor Film, Sumber Utama Ratu Sofya Ribut dengan Produser dan Libatkan Keluarga

"Enggak ada sih. Kita enggak adalah promo ke sana, kita enggak... nggak main black campaign-lah. HAS Pictures sister company dari HAS Creative gitu ya. Artinya kita punya media sudah besar juga, kita punya beberapa media yang besar di YouTube gitu. Kita rasa black campaign enggak lah. Kita punya marketing lainnya kok," jelasnya.

Ratu Sofya ditemani pengacaranya saat melaporkan produser film Reza Aditya ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 6 Juni 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

Mengenai absennya Ratu Sofya dalam rangkaian promosi dan penayangan perdana, pihak produser mengaku tidak khawatir hal tersebut akan mengganggu jalannya promosi film.

Proses promosi ke lima kota di Jawa bersama jajaran pemain lain diklaim tetap berjalan lancar dan kondusif.

Di sisi lain, aktor utama Irsyadillah yang menjadi lawan main Ratu Sofya dalam film ini menegaskan bahwa situasi kerja selama proses syuting berlangsung sangat profesional dan tanpa kendala.

"Selama syuting alhamdulillah enggak ada kendala apa-apa sih, kita masih kooperatif juga secara kerja, masih bisa diskusi juga. Pas syuting fine-fine aja, aman," tutur Riza dalam konferensi pers sebelumnya.

Konflik ini diketahui bermula ketika pihak HAS Pictures melayangkan somasi kepada Ratu Sofya karena dianggap mangkir dari jadwal promosi film yang sudah disepakati.

Load More