Entertainment / Gosip
Selasa, 23 Juni 2026 | 19:06 WIB
Rafaela Rahardja (kemeja putih) dan pengacaranya Finandita ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa, 23 Juni 2026. [Rena Pangesti/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Rafaela Rahardja menjalani sidang perdana perceraian dengan Brian Siawarta di Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa, 23 Juni 2026.
  • Gugatan cerai diajukan akibat adanya dugaan kekerasan fisik dan mental yang dialami Rafaela selama dua tahun pernikahan.
  • Rafaela memutuskan berpisah demi memberikan perlindungan serta masa depan yang lebih baik bagi buah hatinya yang berusia sembilan bulan.

Suara.com - Rafaela Rahardja didampingi kuasa hukumnya, Finandita, menghadiri sidang perdana perceraiannya dengan Brian Siawarta (BS) di Pengadilan Negeri Tangerang pada Selasa (23/6/2026).

Agenda hari ini adalah panggilan pertama sekaligus mediasi bagi kedua belah pihak.

Finandita menjelaskan bahwa gugatan ini dilayangkan oleh kliennya karena adanya permasalahan yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi.

Salah satu poin utama dalam gugatan tersebut adalah adanya dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Penyebab gugatan perceraian ini pasti ada beberapa isu yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Salah satunya ada isu KDRT, baik secara fisik maupun mental," ujar Finandita usai menjalani sidang di PN Tangerang.

Gugat cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja mengaku mengalami KDRT. [Instagram]

Pihak Rafaela menyatakan optimis bahwa bukti-bukti terkait KDRT yang dialami sudah cukup kuat untuk menjadi alasan kuat mengakhiri pernikahan mereka.

Meski demikian, untuk saat ini Rafaela hanya fokus pada proses perceraian dan belum berencana membawa kasus ini ke ranah pidana.

Rafaela mengaku telah mengalami kekerasan fisik dan verbal selama dua tahun usia pernikahannya. Ia menyebut sang suami memiliki sifat temperamental yang sulit dikontrol.

Rafaela membeberkan salah satu pemicu kekerasan yang dialaminya berasal dari hal-hal sepele.

Baca Juga: Bintang Sinetron Evan Marvino Diduga Aniaya Istri, Tak Terima saat Ditagih Uang Nafkah

"Mungkin tidur kayak pakai kemeja, dia marah. Dan dia paksa aku lagi... ditarik, dijambak," ucap Rafaela dengan nada getir.

Menurutnya, Brian seringkali memaksakan aturan-aturan pribadi yang harus dipatuhi. Jika tidak sesuai, Brian tak segan melakukan kekerasan. "Mental and physically abuse," imbuhnya.

Meski telah mengalami tekanan selama dua tahun, Rafaela mengaku baru berani mengambil langkah tegas sekarang demi masa depan buah hatinya yang masih berusia 9 bulan.

Ia tidak ingin anaknya tumbuh dalam lingkungan yang penuh kekerasan.

Load More