Kontroversi Youtuber Korsel Bae In-gyu, Ditemukan Tewas Jatuh dari Apartemen

Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Bae In-gyu (Yahoo)
  • Bae In-gyu ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari apartemennya di Yeongjongdo, Incheon.
  • Polisi masih menyelidiki penyebab kematian aktivis anti-feminis tersebut tanpa menemukan bukti kejahatan.
  • Kematian tokoh kontroversial berusia 36 tahun ini memicu gelombang reksi keras di media sosial.

Suara.com - Kematian mendadak Youtuber sekaligus pendiri organisasi New Men's Solidarity, Bae In-gyu, mengguncang ruang publik Korea Selatan. Pria berusia 36 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa usai terjatuh dari sebuah unit apartemen di kawasan Yeongjongdo, Incheon.

Laporan darurat pertama kali masuk dari seorang penghuni kawasan pemukiman tersebut pada Jumat (7/8/2026). Petugas keamanan dan kepolisian setempat yang tiba di lokasi mengonfirmasi bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Aparat kepolisian masih bekerja keras mengusut penyebab pasti di balik insiden maut yang menimpa pegiat media sosial ini. Penyelidikan awal menunjukkan tidak ada pesan terakhir atau surat bunuh diri yang ditinggalkan di tempat kejadian perkara.

Pemeriksaan sementara juga belum menemukan tanda-tanda keterlibatan pihak luar atau indikasi tindak pidana. Polisi terus mendalami rekaman kamera pengawas serta barang bukti di hunian yang ia tempati bersama kekasihnya.

Sosok almarhum selama ini dikenal luas sebagai figur sentral dalam gerakan penolakan terhadap pemikiran kesetaraan gender di Negeri Ginseng. Lewat wadah New Men's Solidarity, ia secara konsisten menyuarakan kritik tajam terhadap gerakan feminisme modern.

Pandangan radikalnya sempat menarik perhatian media internasional saat ia meluapkan kemarahannya atas ketidakadilan hukum bagi pria.

"Republik Korea sekarang menjadi gila, mengabaikan prinsip praduga tak bersalah dan membiarkan laki-laki dicap sebagai pelaku kejahatan seksual tanpa bukti hanya karena perempuan mengatakannya," tulis Bae saat masih hidup.

Selain fokus pada isu gender, kanal digital milik sang aktivis kerap mempromosikan narasi politik bersudut pandang konservatif. Ia bahkan dikenal sebagai salah satu pendukung setia mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol semasa hidupnya.

Sikap politik yang ekstrem membuat sosoknya dikelilingi ribuan pengikut setia sekaligus deretan kritikus pedas. Banyak kalangan menilai gagasan yang ia sebarkan turut memperkeruh polarisasi serta konflik sosial antar-gender.

Rekam jejak almarhum di mata hukum juga kerap memicu sorotan serta kecaman luas dari masyarakat umum. Pengadilan pernah menjatuhi sanksi denda kepadanya pada 2018 atas tindakan penganiayaan fisik terhadap mantan istrinya.

Daftar kontroversinya semakin panjang setelah aparat menahannya atas kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang jenis metamfetamin pada 2025. Rangkaian rekam jejak kelam ini membuat peristiwa kematiannya langsung dibanjiri beragam komentar hangat netizen.

Ruang siber mendadak riuh dengan kemunculan berbagai sindiran serta ejekan yang ditujukan kepada almarhum. Beberapa warganet bahkan menyeret nama YouTuber Go Gi-nam dan menyebut peristiwa tragis ini sebagai sebuah kemenangan perselisihan.

Rekan perselisihannya, Go Gi-nam, justru menyampaikan rasa duka mendalam dan mengecam respons tidak empati warganet. Ia meminta masyarakat internet menghentikan spekulasi liar serta memberi ruang penghormatan terakhir bagi almarhum.

"Saya sangat sedih dan terpukul. Jangan menjadikan kematian seseorang sebagai sesuatu yang harus dirayakan atau dianggap sebagai kemenangan," tulisnya di media sosialnya.

Pihak keluarga besar Bae In-gyu turut memohon agar publik tidak memproduksi rumor tak berdasar mengenai insiden ini. Prosesi pemakaman dipastikan berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri oleh kerabat serta keluarga terdekat.

Isu benturan gender di Korea Selatan memang berada dalam tensi tinggi selama beberapa tahun terakhir. Fenomena gerakan anti-feminis yang dipelopori figur seperti Bae In-gyu menjadi cerminan dalamnya jurang polarisasi sosial di kalangan generasi muda negara tersebut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com