- Ratusan warga mendatangi kontrakan pria berinisial E di Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Selasa malam.
- Massa mencari E yang diduga menjadi MC promosi miras menggunakan hafalan Al-Qur'an di festival musik.
- Pencarian gagal karena rumah kontrakan E sudah kosong dan ditinggal sejak seminggu lalu.
Suara.com - Ratusan orang mendatangi sebuah rumah kontrakan di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026) malam.
Kedatangan massa tersebut membuat suasana di sekitar lokasi sempat menegang.
Massa disebut datang untuk mencari seorang pria berinisial E.
Ia disebut-sebut sebagai Master of Ceremony (MC) booth minuman keras (miras) dalam sebuah acara festival musik yang belakangan viral.
Massa mulai berdatangan sekitar pukul 20.00 WIB, sesaat setelah salat Isya.
Ratusan orang kemudian bergerak mencari keberadaan E di kawasan tersebut.
Kedatangan massa ternyata tidak membuahkan hasil.
Rumah kontrakan yang diduga sebagai tempat tinggal E dalam kondisi kosong saat didatangi.
E disebut sudah tidak menempati rumah tersebut selama kurang lebih satu pekan.
Kondisi itu membuat massa tidak dapat menemui orang yang mereka cari.
Tidak terlihat adanya atribut organisasi tertentu yang dikenakan massa.
Mereka datang secara berkelompok dan bergerak menuju lokasi kontrakan E.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras promosi minuman keras (miras) yang menggunakan tantangan hafalan Al-Qur'an.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan penggunaan ayat suci untuk mempromosikan minuman beralkohol telah melewati batas kepatutan.
“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Prof Niam dinukil dari laman resmi MUI.
Kasus tersebut mencuat setelah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya ketika menghadiri festival musik The Sound Project.
Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan sebuah booth produk miras New Port yang mengadakan tantangan hafalan Surah Ad-Duha.
Peserta tantangan disebut diminta menghafalkan ayat Surah Ad-Duha dengan imbalan berupa sebotol minuman beralkohol.