- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunggah laporan kunjungan Presiden Prabowo ke lokasi Karhutla Kalimantan Barat pada 23 Agustus 2026.
- Unggahan tersebut menceritakan momen warga Desa Limbung mendoakan kesehatan Presiden Prabowo di tengah situasi kesulitan bencana.
- Sejumlah netizen mengkritik unggahan tersebut karena dinilai tidak menyajikan informasi konkret mengenai kondisi warga terdampak Karhutla.
Suara.com - Cuitan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengenai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, menuai kritik dari sejumlah netizen.
Melalui unggahan bertajuk #CatatanSeskab di akun resmi @setkabgoid, Teddy menceritakan momen ketika Presiden Prabowo menyapa warga di lokasi Karhutla. Ia menyoroti ucapan warga yang mendoakan kesehatan kepala negara.
“Sehat-sehat ya Pak” dan “Sehat selalu Pak Presiden,” tulis Teddy dalam unggahannya, Minggu (23/8/2026).
Teddy menyebut ucapan tersebut terdengar sederhana, tetapi menjadi istimewa karena disampaikan langsung oleh warga.
Ia kemudian menggambarkan masyarakat Indonesia sebagai sosok yang penuh adab, kasih, kesopanan, dan ketulusan.
“Bahkan di tengah kesulitan yang terjadi, masyarakat setempat justru mendoakan Presidennya,” tulis Teddy.
Namun, unggahan tersebut justru memancing sejumlah netizen mempertanyakan substansi informasi yang disampaikan.
Kritik terutama diarahkan pada minimnya cerita mengenai kondisi warga yang terdampak Karhutla di lokasi kunjungan Presiden.
Salah satu penguna X, meminta Teddy memberikan informasi lebih konkret mengenai dampak Karhutla terhadap masyarakat.
Akun itu menilai kondisi warga, termasuk persoalan kesehatan anak-anak, seharusnya menjadi bagian penting dari laporan kunjungan tersebut.
“Harusnya cerita yang banyak, Mas TIW. Mas TIW ceritain dong di lokasi itu, berapa banyak sih warga yang terdampak, gimana masalah kesehatan mereka, utamanya anak-anak,” tulis akun tersebut.
Kritik lain datang dari netizen lainnya, yang menyoroti penggunaan narasi tentang kesopanan dan ketulusan warga.
Komentar tersebut menyindir pihak yang dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai yang justru dipuji dalam unggahan Teddy.
“Ooo, jelas... kalau masyarakatnya sangat beradab, penuh kasih, sopan, dan tulus. Yang nggak beradab, nggak punya kasih, nggak sopan, dan nggak tulus itu jelas kalian,” tulis akun tersebut.
Berikut catatan seskab seperti dikutip dari unggahan akun resmi Sekretariat Kabinet: