Suara.com - Apa yang terjadi ketika seorang penulis kehilangan kendali atas tokoh-tokoh yang diciptakannya sendiri? Pertanyaan itu menjadi titik awal “Dunia Dalam Sepotong Naskah”, teater musikal orisinal karya Rizki Ramadhana yang dipentaskan LSPR Teatro dalam Annual Production ke-24 di Amani Palladium Theater, LSPR Transpark Bekasi.
Mengangkat tema kreativitas, identitas, serta batas antara realitas dan imajinasi, “Dunia Dalam Sepotong Naskah” mengisahkan seorang penulis perfeksionis yang mengalami kebuntuan kreatif. Situasi berubah ketika tokoh-tokoh dalam naskahnya seolah hidup dan mulai mempertanyakan keberadaan serta keputusan sang pencipta.
Konflik tersebut membawa pertunjukan melampaui kisah tentang seorang penulis dan karakter ciptaannya. Melalui perjalanan para tokohnya, penonton diajak melihat kembali hubungan antara pencipta dan karya, ambisi untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna, serta pertanyaan tentang identitas dan kebebasan ketika sebuah karya mulai menemukan suaranya sendiri.
Pementasan ini menjadi Annual Production ke-24 LSPR Teatro, unit kegiatan mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business yang telah berdiri sejak 2001. Konsistensi produksi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya seni pertunjukan secara kolaboratif.
“Dunia Dalam Sepotong Naskah” dikemas dalam format teater musikal yang memadukan akting, musik, vokal, koreografi, tata artistik, kostum, pencahayaan, dan elemen visual. Perpaduan berbagai elemen tersebut digunakan untuk membawa penonton memasuki dunia cerita ketika batas antara kenyataan dan imajinasi perlahan menjadi semakin tipis.
Azalia Fathin, [Director] yang terlibat dalam proses kreatif produksi, mengatakan pertunjukan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman hiburan, tetapi juga meninggalkan ruang bagi penonton untuk merefleksikan pesan yang dibawa cerita.
“Sebagai sutradara, saya ingin menghadirkan sebuah pengalaman teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton berdialog tentang kreativitas, identitas, dan kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi. Dalam prosesnya, kami juga ingin setiap anggota yang terlibat dapat belajar dan berkembang melalui proses penciptaan karya ini. Saya berharap Musikal Dunia Dalam Sepotong Naskah mampu menjadi pengalaman yang relevan bagi generasi saat ini, sekaligus menunjukkan bahwa teater musikal tetap menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang dekat dengan kehidupan kita,” ujar Azalia Fathin.
Di balik panggung, produksi ini melibatkan proses kolaborasi antara pemain, tim produksi, dan kru. Persiapan dilakukan mulai dari pembacaan naskah, pendalaman karakter, latihan vokal dan koreografi hingga technical rehearsal, bersamaan dengan pengembangan musik, tata artistik, kostum, pencahayaan, dan berbagai elemen pendukung pertunjukan.
Proses tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami bahwa sebuah pertunjukan tidak hanya dibangun oleh pemain yang terlihat di atas panggung. Setiap produksi membutuhkan komunikasi, kedisiplinan, kemampuan memecahkan masalah, serta kolaborasi berbagai peran untuk menerjemahkan sebuah gagasan menjadi karya yang dapat dinikmati publik.
Sebagai karya orisinal Rizki Ramadhana, “Dunia Dalam Sepotong Naskah” juga memperlihatkan perjalanan sebuah ide dari halaman naskah menuju panggung. Cerita yang ditulis kemudian berkembang melalui interpretasi pemain, musik, gerak, tata panggung, dan berbagai elemen produksi hingga membentuk pengalaman musikal yang utuh.
Perjalanan LSPR Teatro dalam seni pertunjukan mahasiswa tahun ini juga diperkuat dengan keterlibatannya dalam Festival Teater Kampus Jakarta (FTKJ). LSPR Teatro menjadi salah satu dari 15 kelompok teater kampus yang terpilih, membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bertemu, belajar, serta bertukar pengalaman dengan komunitas teater kampus lainnya.
Melalui “Dunia Dalam Sepotong Naskah”, Annual Production ke-24 LSPR Teatro tidak hanya menghadirkan sebuah pertunjukan musikal, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan menyampaikan gagasan melalui seni pertunjukan.
Pada akhirnya, kisah ini membawa penonton kembali pada pertanyaan yang menjadi jantung pertunjukan: ketika sebuah karya telah menemukan suaranya sendiri, masihkah sang pencipta menjadi satu-satunya yang berhak menentukan bagaimana ceritanya berakhir? ***
Informasi Pertunjukan
Dunia Dalam Sepotong Naskah – Annual Production ke-24 LSPR Teatro
Hari/Tanggal: Senin, 24 Agustus 2026
Tempat: Amani Palladium Theater, LSPR Transpark Bekasi
Waktu: [sesuai informasi resmi]
Tiket/Reservasi: [sesuai informasi resmi]
Tentang LSPR Teatro
LSPR Teatro merupakan unit kegiatan mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business yang bergerak dalam bidang seni pertunjukan. Berdiri sejak 2001, LSPR Teatro menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan produksi melalui berbagai kegiatan serta pementasan teater.