- Grup konten kreator komedi Rudal Timur resmi melebarkan sayap ke dunia musik dengan merilis singel debut bertajuk RUTIM.
- Diproduksi di bawah Rudal Timur Universe Production bekerja sama dengan Komunitas Mantra Timur.
- Lewat musik dan komedi, Rudal Timur bertujuan mematahkan stigma negatif terhadap masyarakat Indonesia Timur.
Suara.com - Setelah sukses mencuri perhatian publik lewat berbagai konten komedi yang viral di media sosial, grup Rudal Timur kini resmi melakukan ekspansi ke dunia tarik suara. Sebagai langkah awal, unit ini memperkenalkan singel perdana mereka bertajuk RUTIM.
Rudal Timur yang selama ini identik dengan tawa dan canda, sekarang mencoba menawarkan harmoni lewat nada. Identitas asli mereka yang energik dan responsif tetap dipertahankan.
Nama Rudal Timur sendiri tak muncul secara tiba-tiba. Grup ini merupakan buah dari penyatuan talenta-talenta berbakat yang mewakili wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, hingga Papua. Anggotanya terdiri dari empat sosok yang sudah akrab bagi pengguna media sosial, yakni Kristianus Sodho, Reinold R. Lawalata, Simson Yermia Libing, dan Yohanis Pangkey.
Pemilihan nama "Rudal" memiliki filosofi yang cukup dalam, yakni melambangkan kecepatan dan ketangguhan para personelnya dalam mengeksekusi ide-ide kreatif menjadi konten yang menarik.
Singel perdana RUTIM diproduksi di bawah bendera Rudal Timur Universe Production. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Mantra Timur yang dirancang untuk menghadirkan nuansa yang autentik.
Pendengar akan disuguhi perpaduan lirik yang memikat dengan karakter vokal masing-masing personel yang khas. Aransemennya pun dikemas dengan sentuhan modern agar relevan dengan telinga pendengar generasi muda saat ini.
Joana Kania, selaku Founder Rudal Timur, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Sabtu (29/8) menjelaskan bahwa wadah ini dibentuk bukan hanya untuk melahirkan komika atau konten kreator.
"Kami ingin menyebarkan energi positif melalui kolaborasi terbuka. Musik adalah bahasa universal, dan melalui RUTIM, kami ingin menyampaikan pesan bermakna dengan cara yang menghibur," katanya.
Rudal Timur tak main-main menggarap singel debut mereka. Sejumlah nama besar terlibat di balik layar seperti Andreas Jengkui Nofrianto Liefofid (UNCLE 2NG), Ignasius Nong Tuda (NONGIZ), Agustinus Aroebasa Nauw ($uga), dan Stepi Afloubun (Etanflo).
Sisi aransemen musik ditangani oleh Mateus Angelius Ndae (AnjelloMN), Ignasius Nong Tuda, serta Yakobus Ola Manuk (Ade Jeee). Untuk memastikan kualitas audio yang mumpuni, proses mixing dan mastering diserahkan sepenuhnya kepada Ignasius Nong Tuda.
Di balik balutan musik dan komedi, Rudal Timur membawa misi mulia yang patut diapresiasi. Mereka ingin menjadi agen perubahan dalam mematahkan stigma negatif yang terkadang masih melekat pada masyarakat Indonesia Timur.
Melalui karya-karyanya, grup ini ingin menonjolkan sisi eksotis pariwisata, kekayaan budaya, serta potensi seni daerah yang luar biasa.