Viral Beton Bawah Tol Jadi Tempat Tinggal, Benarkah Ada di Indonesia? Cek Faktanya Di Sini

Selasa, 01 September 2026 | 12:00 WIB
Viral Beton Bawah Tol Disebut Jadi Tempat Tinggal, Benarkah Ada di Indonesia? Cek Faktanya
  • Situs Boatos.org menyatakan video viral orang tinggal di bawah jalan tol adalah hoaks.
  • Rekaman tersebut terbukti dibuat menggunakan kecerdasan buatan karena memiliki banyak kejanggalan visual.
  • Narasi kos-kosan rahasia seharga Rp2,5 juta per tahun di bawah jembatan sama sekali tidak benar.

Salah satu petunjuk terlihat dari pergerakan jemuran pakaian yang dinilai tidak alami.

Selain itu, terdapat bagian video yang memperlihatkan sebuah bus masuk ke struktur bangunan dengan arah pergerakan yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Keanehan juga terlihat pada perubahan penampilan orang-orang yang ada dalam video.

Beberapa bagian tubuh dan objek tampak berubah secara tidak konsisten, karakteristik yang kerap muncul dalam konten hasil generatif AI.

Boatos.org juga menyoroti posisi ruang yang disebut sebagai tempat tinggal tersebut.

Area itu terlihat berada pada posisi yang sulit diakses secara fisik di bawah struktur jalan layang.

Bukan di Indonesia, Brasil, atau Nigeria

Video tersebut sebelumnya beredar dengan berbagai klaim lokasi.

Salah satu versi menyebut kejadian itu berlangsung di Salvador, Brasil, sementara versi lainnya mengklaim lokasi berada di Lagos, Nigeria.

Namun, kedua klaim tersebut juga tidak terbukti.

Hasil pemeriksaan fakta menyatakan tidak ada keluarga maupun tempat tinggal nyata seperti yang digambarkan dalam video tersebut di kedua kota itu.

Artinya, video viral yang kemudian dikaitkan dengan berbagai lokasi merupakan konten yang dibuat menggunakan AI dan diberi narasi berbeda-beda setelah menyebar di internet.

Narasi Kos-kosan Rp2,5 Juta Setahun Juga Menyesatkan

Dengan demikian, narasi yang menyebut beton bawah jalan tol atau jembatan disulap menjadi kos-kosan rahasia dengan tarif Rp2,5 juta per tahun tidak dapat dijadikan informasi faktual.

Video tersebut memang menampilkan gambaran yang seolah-olah menunjukkan kehidupan keluarga di bawah jalan layang.

Namun, adegan itu merupakan simulasi digital, bukan bukti adanya tempat tinggal semacam itu di Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten AI dapat dibuat sedemikian realistis sehingga mudah dipercaya ketika disertai narasi yang menyentuh isu sosial.

Karena itu, pengguna media sosial perlu lebih berhati-hati sebelum menyimpulkan lokasi maupun kebenaran sebuah video viral.

Terlebih, video yang menampilkan kondisi ekstrem dan memancing emosi sering kali lebih cepat mendapatkan perhatian dan dibagikan ulang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com