- Penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza mendoakan keselamatan masyarakat Indonesia dari ancaman erupsi beberapa gunung berapi aktif.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah penerbangan domestik dan internasional serta menurunkan jumlah kunjungan wisatawan pantai.
- Petugas PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga dan melarang masyarakat mendekati radius tiga kilometer.
Suara.com - Penyanyi asal Malaysia Siti Nurhaliza, turut menyampaikan doa untuk masyarakat Indonesia yang menghadapi ancaman erupsi sejumlah gunung api.
Perhatian Siti tertuju pada aktivitas beberapa gunung api di Indonesia, termasuk Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.
Melalui unggahan Instagram Story, Siti memohon keselamatan bagi masyarakat Indonesia yang terdampak aktivitas vulkanik tersebut.
"Ya Allah, selamatkan saudara-saudara kami di Indonesia," tulis Siti dalam unggahannya, disertai emoji tangan berdoa.
Siti Nurhaliza juga membagikan daftar sejumlah gunung api yang disebut sedang aktif di Indonesia.
Dalam unggahan yang dibagikannya, Siti Nurhaliza mencantumkan sejumlah gunung api yang tengah mengalami aktivitas.
Di antaranya Gunung Anak Krakatau, Gunung Dukono, Gunung Ibu, Gunung Karangetang, dan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Gunung Dukono dan Gunung Ibu berada di Maluku Utara.
Sementara Gunung Karangetang berada di Sulawesi Utara dan Gunung Lewotobi Laki-Laki berada di Nusa Tenggara Timur.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan berdampak terhadap sejumlah penerbangan domestik dan internasional.
Beberapa rute yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah kota internasional disebut terdampak, termasuk Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, dan Amsterdam.
Status Anak Krakatau
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih Level III (Siaga) berdasarkan rekomendasi laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono di Pasauran, Anyer, Banten, Senin, mengatakan masyarakat dan pengunjung wisata dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, karena masih berbahaya.
Petugas hanya merekomendasikan sejauh radius 3 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.