- Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk meluruhkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan waktu pelaksanaan modifikasi cuaca menjelang akhir pekan.
- Gubernur Pramono Anung memerintahkan penggunaan water mist di gedung tinggi untuk membersihkan udara ibu kota.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini tengah menjajaki peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi meluruhkan partikel abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di langit ibu kota.
Langkah strategis ini dipersiapkan sebagai upaya tambahan selain metode penyemprotan uap air atau water mist yang sudah berjalan masif.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan BMKG untuk mengeksekusi rencana tersebut.
"Kami juga tetap koordinasi dengan BMKG untuk mencari waktu yang tepat dilaksanakan OMC," ujar Maruli di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).
Kesiapan teknis di lapangan diklaim sudah matang seiring dengan posko pemantauan yang terus bersiaga selama 24 jam.
"Posko kami tetap aktif, tapi waktu yang tepatnya ini yang kami masih nunggu. Waktu yang tepat untuk kami bisa lakukan OMC itu kapan," lanjut Maruli.
Berdasarkan analisis cuaca terkini, potensi pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta diprediksi muncul menjelang akhir pekan ini.
Maruli menjelaskan, peluang terjadinya hujan kini terpantau lebih besar dibandingkan kondisi pada periode Agustus lalu.
"Sekarang, ada, potensi itu sudah ada. Potensi itu sudah ada. Potensi itu untuk sampai tanggal 13, hari Minggu, itu ada. Potensinya walaupun memang lebih kecil, tapi lebih besar daripada Agustus kemarin, lebih besar," terangnya.
Meskipun intensitas curah hujan diperkirakan masih rendah, kehadirannya dinilai krusial untuk membilas sisa debu vulkanis secara mangkus.
"Kalaupun turun hujan, curah hujannya itu di bawah 12 mm lah, di bawah 20 mm. Kecil, masih kecil sekali," imbuh Maruli.
Sembari menunggu momentum hujan dari langit, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan aktivasi water mist pada seluruh gedung tinggi.
"Kami minta untuk bisa dilakukan itu," tegas Pramono dalam kesempatan terpisah.
Operasi pembersihan di darat juga diperkuat dengan melibatkan armada dari Polda Metro Jaya serta Kodam Jaya di sepanjang jalan protokol.
Pramono memastikan, segala upaya untuk menjernihkan udara Jakarta akan terus diupayakan hingga situasi benar-benar pulih.
"Untuk water mist itu terus kami lakukan sampai besok," pungkas eks Seskab itu.